Sepekan Kenduri Adat Hari Jadi Ke-514 Bengkalis Diawali Prosesi Buka Lawang 

Abu Kasim • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:38 WIB
Penyembelihan kerbau tradisi Kenduri Adat Melayu, untuk kegiatan kenduri adat menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis di Halaman Kantor LAMR Bengkalis, Rabu (29/7/2026). (Istimewa)
Penyembelihan kerbau tradisi Kenduri Adat Melayu, untuk kegiatan kenduri adat menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis di Halaman Kantor LAMR Bengkalis, Rabu (29/7/2026). (Istimewa)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Nuansa adat Melayu yang sarat makna mewarnai pembukaan rangkaian Sepekan Kenduri Adat bersempena Hari Jadi Ke-514 Bengkalis Tahun 2026. Bupati Bengkalis Hj Kasmarni diwakili Sekretaris Daerah dr Ersan Saputra TH, menghadiri prosesi Buka Lawang yang berlangsung di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bengkalis, Rabu (29/7/2026).

Prosesi Buka Lawang diawali dengan penyerahan pisau oleh Tok Imam Isnaini kepada juru sembelih Muklizar, sebagai tanda dimulainya penyembelihan kerbau. Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diiringi tabuhan kompang yang menambah semarak suasana serta mempertegas nilai-nilai adat Melayu yang terus dijaga kelestariannya.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan perlengkapan pemotongan kerbau kenduri berupa pisau, kelapa, dan rempah-rempah. Penyerahan ini menjadi simbol dimulainya persiapan pemotongan kerbau yang akan digunakan dalam Kenduri Adat, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus mempererat nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Polda Riau Geledah Kantor BPKAD Rohil, 20 Dokumen Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Air Hitam

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Bengkalis dr Ersan Saputra TH menyampaikan bahwa Kenduri Adat bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Melayu. 

Menurutnya, tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

"Melalui Kenduri Adat ini kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga merawat jati diri dan nilai-nilai budaya Melayu yang diwariskan para leluhur. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang terkandung di dalamnya menjadi modal penting dalam membangun Bengkalis yang semakin bermarwah, maju, dan sejahtera," ujar Ersan.

Baca Juga: Hadir di Sarasehan Seskoau, Plt Gubri Tekankan Pentingnya Koordinasi Lintas Institusi

Penyembelihan kerbau menjadi bagian penting dalam tradisi Kenduri Adat Melayu. Selain sebagai simbol rasa syukur, prosesi ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat yang secara bergotong-royong mempersiapkan rangkaian kegiatan adat menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis Tahun 2026.

Editor : Rinaldi
buka lawang kenduri adat hari jadi bengkalis