BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sidang Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis digelar di Gedung DPRD Bengkalis, Kamis (30/7). Di hadapan peserta sidang, Bupati Bengkalis Kasmarni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam membangun daerah.
Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk mewujudkan Bengkalis yang semakin bermarwah, maju, dan gemilang di tengah berbagai tantangan pembangunan. Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi, kepada DPRD Bengkalis yang telah menginisiasi Sidang Paripurna Istimewa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang perjalanan Bengkalis.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, forkopimda, para kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, insan pers, serta seluruh tamu undangan dan masyarakat yang selama ini terus bersinergi mendukung pembangunan Kabupaten Bengkalis.
Baca Juga: Perbaikan SMPN 1 Bandar Laksamana Bengkalis yang Diterjang Puting Beliung Capai Rp1,7 Miliar
Kasmarni menegaskan, usia 514 tahun bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan jejak panjang peradaban Melayu yang dibangun melalui perjuangan para pendahulu. Sejarah perjuangan Laksamana Hang Nadim dan para pejuang Bengkalis, katanya, menjadi pengingat bahwa negeri ini lahir dari keberanian, persatuan, dan semangat mempertahankan marwah.
Karena itu, peringatan hari jadi harus menjadi momentum memperkuat identitas, memperteguh komitmen, serta menatap masa depan dengan semangat kebersamaan. Bupati menekankan, bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat diraih melalui persatuan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Pembangunan yang dilaksanakan terus mengarah pada peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, transformasi digital, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengendalian inflasi, peningkatan investasi, hingga program pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan secara merata.
Bupati juga menitipkan harapan besar kepada generasi muda Bengkalis agar menjadi generasi yang mencintai budaya Melayu, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri.
Menurutnya, masa depan Bengkalis berada di tangan generasi muda yang harus melanjutkan nilai-nilai perjuangan, keteguhan, kerja keras, dan semangat pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu. Bupati Kasmarni mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-514 Bengkalis sebagai titik tolak memperkuat persatuan, memperkokoh semangat gotong royong, dan mempercepat pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan persatuan sebagai kekuatan, kebersamaan sebagai energi, dan pembangunan sebagai warisan terbaik bagi generasi penerus. Mari terus bersatu membangun negeri, demi Bengkalis yang semakin maju, bermarwah, gemilang, dan membanggakan,” jelasnya.
Baca Juga: DPRD Bengkalis Minta Pengelolaan Pelabuhan Tidak Boleh Diserahkan Sepenuhnya ke Pihak Ketiga
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau H Zulkifli Syukur yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan, peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis ini diharapkan semakin mempererat persatuan, memperkuat kolaborasi, membangun optimalisasi.
“Bahkan, tantangan sebesar apa pun akan kita hadapi apabila seluruh pemerintah dan masyarakat berjalan dengan satu tujuan yang sama,” ujarnya. “Pemprov Riau akan terus berjalan bersama-sama Pemkab Bengkalis. In sya Allah, melalui sinergi yang semakin kuat. Berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkalis akan menjadi kekuatan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat kita,” ujarnya.
Ketua DPRD Riau Kaderismanto, menyampaikan ucapan selamat. Ia berharap, momentum hari jadi menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus membangun Bengkalis menjadi daerah yang semakin maju, bermarwah, dan sejahtera.
Baca Juga: Bengkalis Menembus Waktu: Dinamika Geopolitik, Memori Kolektif, dan Visi Bermasa
Menurut Kaderismanto, usia lebih dari lima abad merupakan perjalanan panjang yang telah mengukuhkan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah penting di Provinsi Riau dengan kekayaan sejarah, budaya Melayu, serta potensi sumber daya alam yang melimpah.
Ia menilai, berbagai potensi yang dimiliki Bengkalis harus terus dikelola secara optimal melalui pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. “Lebih dari lima abad perjalanan telah mengukuhkan Bengkalis sebagai daerah yang kaya akan sejarah, budaya Melayu, serta potensi sumber daya yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau,” ujar Kaderismanto, Kamis (30/7).
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Terus Merawat Khazanah Adat dan Budaya Melayu
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus memaksimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkalis. “Momentum hari jadi ini hendaknya menjadi penguat semangat untuk terus membangun daerah dengan mengedepankan persatuan, inovasi, dan kolaborasi demi kemajuan bersama,” katanya.
Arak-arakan Adat
Prosesi arak-arakan adat Prosesi yang berlangsung khidmat. Rombongan Bupati Bengkalis dan Pemprov Riau dijulang adat menuju Gedung DPRD Bengkalis. Prosesi ini mencerminkan penghormatan terhadap sejarah, adat istiadat, dan jati diri Negeri Junjungan.
Rangkaian prosesi dimulai dari Wisma Daerah Sri Mahkota. Bupati Bengkalis Kasmarni dan Wakil Bupati Bagus Santoso, serta tamu kehormatan lainnya berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis, diiringi gendang kompang bernuansa adat Melayu yang begitu kental.
Sepanjang perjalanan, rombongan disambut tabuhan kompang yang bertalu-talu, barisan Bujang dan Dara Bengkalis, serta hiasan bunga manggar yang menambah semarak suasana. Kehadiran berbagai unsur budaya tersebut tidak hanya memperindah prosesi, tetapi juga menjadi simbol kekayaan tradisi Melayu yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Setibanya di Gerbang Gedung DPRD Bengkalis, Bupati Kasmarni beserta rombongan menerima penyambutan adat melalui pertunjukan Silat Sambut. Tradisi Melayu yang sarat makna itu menjadi wujud penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus melambangkan persaudaraan, rasa hormat, dan kemuliaan dalam menyambut pemimpin daerah.
Sebelum memasuki ruang Sidang Paripurna Istimewa, prosesi adat dilanjutkan dengan penampilan Tari Persembahan yang kemudian diakhiri dengan prosesi Tepak Sirih. Kedua tradisi tersebut merupakan simbol penghormatan, kebersamaan, serta doa agar Kabupaten Bengkalis senantiasa dianugerahi keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Nuansa sakral berpadu dengan kekayaan budaya Melayu yang mewarnai setiap tahapan prosesi. Tradisi yang terus dipertahankan ini menjadi pengingat bahwa Hari Jadi Bengkalis bukan sekadar peringatan bertambahnya usia daerah, melainkan juga momentum untuk memperkokoh persatuan, meneguhkan kecintaan terhadap warisan budaya, serta mengenang perjalanan panjang sejarah dan pembangunan Negeri Junjungan.
Melalui prosesi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bersama seluruh elemen masyarakat kembali meneguhkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai adat dan budaya sebagai fondasi dalam mewujudkan Bengkalis yang maju, bermarwah, dan berbudaya.(ksm/nda)
Editor : Arif Oktafian