BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Petani semangka asal Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, berharap agar seluruh SPPG yang ada di Pulau Bengkalis dapat membantu hasil petani dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para petani milenial ini juga mulai menjajaki peluang pemasaran hasil panen semangka melalui Program MBG. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian lokal di tengah musim panen semangka yang sedang berlangsung.
Abdul Razak salah seorang petani semangka asal Desa Pambang Baru, mengatakan pihaknya telah menghubungi sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membuka peluang, agar hasil panen semangka lokal dapat menjadi salah satu komoditas yang dipasok ke dapur penyedia makanan Program MBG.
Baca Juga: Menjaga Jejak Melayu Lewat Nama-nama Kampung dan Tradisi Lisan
"Ya, kami sudah menghubungi SPPG yang ada. Kami minta bantu untuk memasukkan di dapur-dapur SPPG. Alhamdulillah sudah ada 4 SPPG yang mau dan sudah diantar langsung ke dapurnya," ujar Abdul Razak, Selasa (4/8/2026).
Ia menyebutkan, agar masyarakat tau dengan kualitas semangka hasil pertaniannya, dia bersama teman-teman petani sempat membuka lapak jualan semangka di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bengkalis.
"Ternyata sambuatan masyarakat sangat luar biasa. Ada 1 ton yang kita bawa terjual semua. Termasuk dari pengelola SPPG juga datang langsung menanyakan kualitas semangka kami," jelasnya.
Baca Juga: Diduga Konsumsi Pil Ekstasi, Tiga Pengunjung KTV VIP Duri Diamankan Polisi
Razak menyebutkan, hingga saat ini hasil panen semangka masih dipasarkan di wilayah Bengkalis melalui penjualan langsung kepada masyarakat. Namun, dengan meningkatnya produksi dan kualitas hasil panen, petani optimistis dapat memperluas jangkauan pemasaran, termasuk melalui program-program pemerintah yang membutuhkan pasokan bahan pangan segar.
Menurutnya, pada musim panen kali ini kelompok petani membudidayakan tiga varietas semangka, yakni semangka loreng berbiji, semangka kuning berbiji, dan semangka merah tanpa biji. Ketiga varietas tersebut ditanam di lahan seluas sekitar dua hektare di Desa Pambang Baru.
"Selain memasarkan hasil panen secara langsung kepada masyarakat, para petani juga mengembangkan konsep wisata petik semangka. Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat memetik buah langsung dari kebun dan menimbang hasil panennya sendiri. Wisata panen ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian lokal," jelasnya.
Razak mengatakan, saat ini hasil panen semangka sedang melimpah sehingga pihaknya terus berupaya mencari berbagai peluang pasar. Selain pasar tradisional dan penjualan langsung kepada masyarakat, kerja sama dengan berbagai lembaga maupun program pemerintah dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga hasil panen di tingkat petani.
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis, Yana Susilayeni, juga mengatakan pemerintah daerah terus berupaya membantu petani memperluas akses pemasaran melalui Gerakan Bela Beli Hasil Petani Lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan hasil panen, tetapi juga mengenalkan potensi pertanian Bengkalis kepada masyarakat.
"Ya, kami sudah memfasilitasi petani membuka bazar buah di depan kantor kita pada Senin (3/8/2026). Semangka yang dibudidayakan petani Desa Pambang Baru memiliki kualitas yang baik karena ditanam di lahan gambut. Kondisi tersebut menghasilkan buah dengan cita rasa manis dan menjadi salah satu potensi pertanian yang layak dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah," ujarnya.
Baca Juga: Naik, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma di Riau Tembus Rp4.001 per Kg
Ia mengaku, melalui dukungan pemerintah daerah, petani berharap hasil pertanian Bengkalis semakin dikenal masyarakat dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Apabila peluang kerja sama dengan Program Makan Bergizi Gratis dapat terwujud, hal tersebut diyakini akan membantu meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pemanfaatan produk pertanian lokal dalam mendukung program strategis pemerintah.
Editor : Arif Oktafian