BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Situasi titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Bengkalis, menunjukkan tren yang semakin terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan Command Center Polres Bengkalis melalui aplikasi Lancang Kuning pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 07.22 WIB, terdeteksi 1 hotspot di wilayah hukum Polres Bengkalis.
"Ya, turun titik panasnya. Dari hasil monitoring tersebut, tidak ditemukan hotspot kategori high, satu hotspot kategori medium, dan tidak terdapat hotspot kategori low. Titik panas kategori medium tersebut berada di wilayah hukum Polsek Rupat," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Selasa (4/8/2026).
Sedangkan menindaklanjuti hasil pemantauan, Polres Bengkalis terus melakukan monitoring secara intensif melalui sistem pemantauan terpadu serta berkoordinasi dengan jajaran Polsek untuk melaksanakan pengecekan di lapangan.
"Langkah ini kita lakukan sebagai upaya deteksi dini dan respons cepat dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," jelasnya.
Kapolres Bengkalis menegaskan, seluruh personel tetap siaga memantau perkembangan hotspot setiap saat. Selain patroli rutin, upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, edukasi tentang bahaya karhutla, serta penanganan dini terhadap setiap indikasi titik panas agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kapolres Bengkalis mengimbau, seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Petani di Bengkalis Berharap Jadi Pemasok Buah Semangka di SPPG
"Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, kita harapkan wilayah Kabupaten Bengkalis tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Editor : Arif Oktafian