BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Menjelang pelaksanaan Ekraforia Tahun 2026 pada pertengahan Agustus ini, berbagai penguatan dilakukan Bengkalis Creative Network (BCN) bersama Disparbudpora, sesuai arahan Bupati Bengkalis, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat serta ekonomi kreatif.
Salah satunya, melakukan pertemuan strategis dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Pertemuan itu berlangsung di dua lokasi berbeda, di Jakarta, Selasa (4/8). Sedangkan bersama ICCN berlangsung di LPP TVRI. Ketua Umum ICCN sekaligus Direktur Utama LPP TVRI dan Komisaris BUMN In Journey Fiki Satari dan Sekretaris Eksekutif ICCN Mario Devys langsung ambil andil pertemuan bersama pelaksana tugas Kepala Disparbudpora dan Ketua BCN Riza Zuhelmy, Bendahara BCN Dendy Ariandi, serta Project Manager Ekraforia Berry Arneldi.
Baca Juga: Sidang TPP Lapas Kelas IIA Bengkalis Bahas Usulan Hak Integrasi 36 Warga Binaan
Kemudian di hari yang sama, squad Bengkalis ini bertandang ke Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. Di sana, rombongan ini disambut Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison dan jajaran.
Dua pertemuan strategis ini bertujuan, membangun kolaborasi penyelenggaraan Ekraforia 2026, sekaligus memperkuat langkah Bengkalis menuju kabupaten kreatif berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Polda dan Polres Bengkalis Gelar Bakti Sosial Cek Kesehatan Gratis di Daerah 3T
Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, jejaring nasional, dan pemerintah pusat agar pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, mengungkap kekuatan utama pembangunan kota kreatif terletak pada komunitas yang mampu menjaga kesinambungan gerakan kreatif di tengah dinamika pergantian pemerintahan.
‘’ICCN siap mendampingi Kabupaten Bengkalis dalam proses menuju kota kreatif. Tahapan awal yang diperlukan adalah melakukan scanning terhadap DNA kota, potensi wilayah, serta ekosistem lokal sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan ekonomi kreatif yang tepat,’’ katanya.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, DKP Bengkalis Gelar Gerakan Pangan Murah
Sementara itu, Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran mengapresiasi kehadiran Pemkab Bengkalis dan BCN di Kemenko PM. Ia mengaku senang menerima kunjungan dan undangan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis untuk hadir pada Ekraforia ke-II pada 14 sampai 16 Agustus 2026.(ifr/ksm)
Editor : Arif Oktafian