BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Satuan Tugas (Satgas) Gabungan dari Polres Bengkalis bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan dan masyarakat, bergerak cepat melakukan pemadaman serta pendinginan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua lokasi wilayah Kabupaten Bengkalis, Sabtu (8/8/2026) malam.
Penanganan karhutla dilakukan di areal HGU PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, serta di lahan masyarakat Jalan Tangkahan Tegar Ujung, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.
Di Kecamatan Siak Kecil, petugas melakukan verifikasi terhadap titik api yang terpantau, sebelum dilanjutkan dengan upaya pemadaman dan pendinginan. Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan luas sekitar 1,2 hektare. Kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.
Baca Juga: 553 Lulusan IAIN Datuk Laksamana Siap Melangkah Hadapi Tantangan Global
Sebanyak lebih dari 50 personel dari Polsek Siak Kecil, Polsek Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA Desa Bandar Jaya dan Muara Dua serta pihak PT TKWL dikerahkan, untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Dukungan peralatan berupa mesin pemadam dan puluhan gulung selang turut digunakan untuk mempercepat proses penanganan.
Petugas juga melakukan pengecekan lokasi, pencatatan saksi, pemasangan garis polisi serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Mandau, personel gabungan juga melaksanakan pemadaman dan pendinginan Karhutla di lahan masyarakat yang berada di perbatasan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.
Baca Juga: AJI Pekanbaru dan GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship Lingkungan
"Kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan, yang didominasi semak belukar dan tanaman sawit dengan kondisi tanah kering. Cuaca panas dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Ahad (9/8/2026).
Dalam penanganan tersebut, personel Polsek Mandau, Polsek Pinggir, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni, BPBD, MPA dan masyarakat dikerahkan. Petugas menggunakan sejumlah mesin pemadam, puluhan gulung selang, nozzle serta dukungan 1 unit Water Bombing BNPB untuk mempercepat proses pemadaman.
Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan terakhir, api di kedua lokasi telah berhasil dikendalikan dan sebagian besar telah padam. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap.
Baca Juga: BRK Syariah Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan di SMAN 1 Bengkalis
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan, bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, MPA, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah api meluas dan memastikan wilayah tetap aman,” ujar ujar Kapolres Bengkalis.
Kapolres Bengkalis juga mengimbau, masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla.
Baca Juga: Tim Gabungan Perluas Area Penyisiran hingga 12 Km, Hari ke-5 Pencarian Korban Tenggelam
“Cegah Karhutla sejak dini. Jangan bakar lahan, jaga lingkungan, dan laporkan segera setiap titik api," ujarnya.
Menurutnya, hingga kegiatan berakhir, situasi di kedua lokasi dalam keadaan aman dan terkendali. Proses pemantauan serta pendinginan terus dilakukan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul.(ksm)
Editor : Edwar Yaman