BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Satgas gabungan terdiri dari Polres Bengkalis, TNI, BPBD, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Masyarakat Peduli Api (MPB) dan pemerintah setempat, melakukan pendinginan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 12 hektare di Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis.
Tim gabungan yang melakukan pengecekan, pemantauan dan pendinginan di lokasi Karhutla yang berada di Kecamatan Talang Muandau, sejak Ahad (30/8/2026) sampai Selasa (1/9/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut, dilakukan untuk memastikan kawasan yang sebelumnya terbakar, benar-benar aman dan tidak menyisakan bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Juli 2026 Surplus 120 Juta Dolar AS
Luas lahan yang terdampak Karhutla diperkirakan mencapai sekitar 12 hektare. Meski api telah padam setelah kawasan tersebut diguyur hujan, petugas masih menemukan kepulan asap di sejumlah titik.
“Ya, meski api sudah padam setelah diguyur hujan, kita tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat kembali menyala,” ujar Kapolres Bengkalis melalui Kasi Humas Polres Bengkalis Juliandi Bazrah, Rabu (2/9/2026).
Ia menyebutkan, sebanyak 70 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari BPBD Talang Muandau, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bengkalis, TNI, Polri, MPB Desa Tasik Tebing Serai, BBKSDA, Camat Talang Muandau-Regadam serta Pemerintah Desa Tasik Tebing Serai.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Akselerasi Digitalisasi
Dalam proses pendinginan kata Juli, petugas mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya mesin mini striker, selang, nozzle dan selang isap yang berasal dari BPBD, MPB maupun Polri.
Selain melakukan pembasahan lahan, tim juga melakukan verifikasi titik panas melalui Dashboard Lancang Kuning. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terdapat titik api baru di sekitar lokasi.
“Ya, kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan di lapangan. Pendinginan ini penting dilakukan meskipun kondisi api sudah padam, karena masih ada asap dan potensi bara yang dapat memicu kebakaran kembali,” jelasnya.
Baca Juga: US Open: Petenis Filipina Alex Eala Menang dengan Gaya, Kalahkan Mary Stoiana dengan Mudah
Polres Bengkalis menegaskan penanganan Karhutla akan terus dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Langkah tersebut sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran sekaligus menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.
"Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi Karhutla di Kecamatan Talang Muandau terpantau aman dan terkendali. Sampai saat ini api sudah benar-benar padam dan tidak mengeluarkan api lagi," jelasnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman