BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Persoalan kekosongan dokter spesialis di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bengkalis menjadi perhatian Komisi IV DPRD Bengkalis. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dicarikan solusi, karena sangat memengaruhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan dokter spesialis.
Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Irmi Syakip mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima sejumlah pengaduan masyarakat terkait kekosongan dokter spesialis di beberapa rumah sakit, terutama RSUD Bengkalis yang menjadi salah satu tumpuan utama masyarakat di Pulau Bengkalis dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Ia menyebutkan, terdapat tiga dokter spesialis yang sangat diperlukan di RSUD Bengkalis, yakni dokter spesialis mata, rehabilitasi medik, dan radiologi. Persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga diperlukan langkah dan dukungan dari berbagai pihak untuk mencari solusi.
Baca Juga: BRK Syariah Bengkalis Perkuat Sinergi dengan Kejari di Harlah Kejaksaan ke-81
“Kami meminta dukungan dari Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, agar ada petunjuk bagi Kabupaten Bengkalis untuk memenuhi kelangkaan dokter spesialis ini, apakah melalui kerja sama atau skema lainnya,” ujarnya, Rabu (2/9).
Menurutnya, persoalan ketersediaan dokter spesialis tidak hanya terjadi di RSUD Bengkalis. Kondisi RSUD Mandau dan RSUD Rupat juga menjadi perhatian, terutama dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis tertentu. Kekosongan tersebut menyebabkan sejumlah pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru sehingga menambah beban pasien dan keluarga, baik dari sisi biaya maupun jarak tempuh.
“Pasien yang harus dirujuk ke Pekanbaru tentu terbebani dengan biaya dan jarak tempuh yang cukup jauh. Apalagi untuk pasien yang membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.
Baca Juga: Satgas Gabungan Lakukan Pendinginan Karhutla Seluas 12 Hektare di Talang Muandau
Selain itu, kekosongan dokter spesialis rehabilitasi medik juga berdampak terhadap pelayanan fisioterapi. Tanpa dokter spesialis rehabilitasi medik, tindakan fisioterapi terhadap pasien tidak dapat dilakukan secara optimal karena diperlukan penegakan diagnosis dan rekomendasi medis.
Sekretaris Dinas Kesehatan Bengkalis, Akna Juwita, membenarkan Kabupaten Bengkalis masih mengalami kekurangan dokter spesialis. Kondisi di RSUD Rupat menjadi salah satu perhatian karena belum memiliki dokter spesialis dan saat ini hanya didukung dokter umum.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bengkalis, dr Ricky, menjelaskan, saat ini RSUD Bengkalis memiliki 27 dokter spesialis. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara dengan mendatangkan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk bidang anestesi, radiologi, dan mata. Namun, dokter PPDS tersebut masih berstatus pendidikan sehingga belum dapat menjadi penanggung jawab pelayanan secara penuh.
Baca Juga: Barang Ilegal Senilai Rp5,99 M Dimusnahkan
“Dokter radiologi PPDS belum dapat dijadikan penanggung jawab karena masih dalam pendidikan,” ujarnya.(ksm)
Editor : Arif Oktafian