Tim Gabungan Lanjutkan Pemadaman dan Pendinginan Karhutla di Teluk Lancar Bengkalis

Abu Kasim • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:27 WIB
Tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan Karhutla di Dusun 1, Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, yang sudah memasuki hari keenam, Senin  (13/9/2026). (Istimewa)
Tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan Karhutla di Dusun 1, Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, yang sudah memasuki hari keenam, Senin (13/9/2026). (Istimewa)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -  Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun 1, Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, terus dilakukan.

Memasuki hari keenam, Senin  (13/9/2026), tim gabungan kembali turun ke lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali titik api.

Kegiatan tersebut dipimpin PS Kapolsek Bantan Iptu M Iskandar bersama personel Polsek Bantan, BPBD, TNI, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar.

Baca Juga: 70 Bikers Hobiku Ikuti Kegiatan Safety Riding dan Edukasi Keselamatan

Lokasi Karhutla yang berada di Jalan Nipah, Dusun 1, RT 01/RW 01, Desa Teluk Lancar, dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai  lebih kurang 5 hektare. Lahan yang terbakar didominasi tanaman pakis, kebun rumbia atau sagu, serta semak belukar yang tidak terurus dengan kondisi tanah gambut kering.

Sedangkan pada Ahad (13/9/2026) sebagian daerah di pulau Bengkalis sempat diguyur hujan dengan intensitas rendah. Kondisi itu, menyebabkan asap semakin tebal sampai malam hari. Bahkan pada Senin (14/9/2026) sampai sore hari, kondisi udara terlihat diselimuti asap tipis.

"Kami masih siaga di lapangan. Meski api sudah padam namun bisa saja api muncul kembali. Karena kondisi cuaca panas, serta tiupan angin cukup kencang," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Bupati Bengkalis Serahkan Hibah Aset Daerah ke Polres Bengkalis

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya mesin air milik Polsek Bantan, Pemerintah Desa Teluk Lancar, masyarakat, dan BPBD.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan dengan membersihkan semak-semak di sekitar lokasi untuk mencegah api meluas. Koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terus dilakukan dalam penanganan Karhutla tersebut.

Kebakaran sebelumnya terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK) pada, Rabu (9/9/2026). Personel Polsek Bantan kemudian melakukan pengecekan ke lokasi dan memastikan adanya kebakaran lahan milik masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Inhil Percepat Penyelesaian Islamic Center

"Pada pemantauan terakhir, secara umum api telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah bagian lahan masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan terus dilakukan untuk mengantisipasi bara api kembali menyala, khususnya mengingat kondisi lahan gambut yang kering," jelasnya.

Sedangkan berdasarkan hasil pemantauan melalui Dashboard Lancang Kuning, tidak terdeteksi adanya titik hotspot di lokasi tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

Petugas juga terus melakukan pemantauan dan verifikasi guna memastikan kondisi lahan tetap aman serta mencegah terjadinya kebakaran kembali.

Baca Juga: Fiskal Terbatas, Muzamil Minta OPD Lebih Agresif Cari Sumber Pembiayaan dari Pusat dan Provinsi 

"Kami bersama seluruh stakeholder terkait akan terus melakukan pemadaman, pendinginan dan pemantauan di lokasi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif," tegasnya.

Editor : M. Erizal
Karhutla di bengkalis pemadaman dan pendinginan lahan