BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Peringatan haul ulama di Kabupaten Bengkalis tak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok yang telah berpulang ke Rahmatulah, namun bisa menjadi ruang dalam menghidupkan kembali nilai-nilai ilmu, akhlak, perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan kepada umat Islam.
"Mari kita menjadikan momentum haul ini sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah serta meneladani ilmu, akhlak dan perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari," ujar Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Andris Warsono, usai menghadiri Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ke-887, di Masjid Baitul Muslimin, Desa Bantan Tengah, Rabu (30/9/2026)
Pada kesempatan itu juga diperingati Haul KH Hasbullah bin KH Muhammad Sidik ke-31, KH Khairudin bin KH Hasbullah ke-17 dan KH Zainudin bin KH Hasbullah ke-8 yang dihadiri ratusan jamaah dan masyarakat yang datang dari berbagai desa se Kabupaten Bengkalis.
Baca Juga: Sungai Memiliki Wilayah Sempadan
Andres menyebutkan, seorang ulama boleh wafat secara jasad, tetapi ilmu, amal, nasihat dan keteladanannya tidak boleh ikut berhenti. Nilai-nilai tersebut menjadi tanggung jawab generasi setelahnya untuk terus dipelajari dan diamalkan.
Ia mengatakan, para ulama yang diperingati dalam haul tersebut telah meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar nama dan sejarah. Mereka mewariskan ilmu, akhlak, keteguhan dalam berdakwah serta kepedulian terhadap umat.
Karenanya, Andres mengajak jamaah tidak berhenti pada rasa haru ketika mengenang para ulama. Keteladanan mereka diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk memperbaiki diri, keluarga dan lingkungan.
Baca Juga: UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama dengan Rutan Kelas I Pekanbaru
Menurutnya, pembangunan daerah juga membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat. Ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat memiliki peran dalam membangun Bengkalis.
Ia menyebut persatuan menjadi salah satu kekuatan penting dalam pembangunan daerah. Kemajuan Bengkalis tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga perlu berjalan seiring dengan pembangunan karakter masyarakat.
Kualitas sumber daya manusia, kekuatan moral dan kehidupan keagamaan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mendorong masyarakat untuk menghidupkan masjid, memakmurkan majelis ilmu, menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an kepada anak-anak serta mendekatkan generasi muda dengan para ulama.
Baca Juga: Ethniki Diperhitungkan Lagi Bidik Kado 100 Tahun
“Bentuk penghormatan terbaik kepada para ulama bukan hanya mengingat namanya, tetapi meneruskan nilai perjuangannya. Bukan hanya membaca kisah hidupnya, tetapi menjadikan hidup kita lebih baik karena mengambil pelajaran darinya,” jelas Andris.
Ia berharap, seluruh rangkaian kegiatan haul dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan KH Muhammad Thoyib Firdaus dari Kabupaten Siak. Tausiah diikuti jamaah dengan penuh khidmat hingga akhir kegiatan.(ksm)
Editor : Edwar Yaman