Milad Ke-13 Desa Bantan Sari Digelar Sederha dengan Lantunan Doa

Abu Kasim • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:26 WIB
Ratusan masyarakat mengikuti istighasah Milad ke-13 Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan di halaman Masjid At-Taqwa, Rabu (30/9/2026) malam. Foto Istimewa
Ratusan masyarakat mengikuti istighasah Milad ke-13 Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan di halaman Masjid At-Taqwa, Rabu (30/9/2026). Foto Istimewa

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Milad Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan, hasil pemekaran Desa Bantan Timur 13 tahun yang lalu, diperingati dengan sederhana. Acara dibalut dengan istighasah dan doa bersama diikuti antusias ratusan warga yang dipusatkan di Masjid At-Taqwa, Kecamatan Bantan, Rabu (30/9/2026) malam.

Memasuki usia ke-13, Desa Bantan Sari, didorong untuk tidak hanya mengejar kemajuan pembangunan, tetapi juga memperkuat iman, ukhuwah dan kebersamaan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Bengkalis, H Hambali. Kegiatan yang diisi dengan dzikir, sholawat dan tausiyah tersebut menjadi momentum spiritual untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan muhasabah atas perjalanan pembangunan Desa Bantan Sari selama 13 tahun.

Baca Juga: Layanan Cuci Darah di RSUD Selatpanjang Terkendala Izin, Operasional Belum Jelas

Hambali menyampaikan, 13 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat perjuangan, kebersamaan, capaian, sekaligus berbagai tantangan yang telah dilalui secara bersama-sama.

Karena itu, Milad Desa Bantan Sari ini hendaknya tidak berhenti pada seremoni bertambahnya usia desa. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap perjalanan pembangunan yang telah dilaksanakan.

"Milad ini hendaknya tidak sekadar menjadi peringatan bertambahnya usia desa, tetapi menjadi momentum untuk bermuhasabah dan melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui. Apa yang telah baik, mari kita pertahankan dan tingkatkan. Apa yang masih kurang, mari kita benahi bersama," harapnya.

Baca Juga: Wako Agung Tegaskan Nilai Pancasila Harus Terwujud dalam Pelayanan Publik

Hambali menyampaikan, pembangunan desa tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak jalan, gedung atau infrastruktur yang dibangun. Ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya juga tercermin dari meningkatnya kualitas manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, memasuki usia ke-13, Desa Bantan Sari diharapkan terus tumbuh dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia, sosial kemasyarakatan, agama hingga kebudayaan.

"Pembangunan desa bukan hanya tentang membangun jalan, gedung dan infrastruktur, tetapi yang jauh lebih penting adalah membangun manusia, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat persatuan serta menghadirkan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram dan bermartabat," tegasnya.

Baca Juga: FKM Universitas Hang Tuah Pekanbaru Tuntaskan PBL di Binawidya

Ia juga menekankan, pembangunan Desa Bantan Sari harus ditopang oleh dua kekuatan yang berjalan beriringan, yakni kekuatan pembangunan dan kekuatan iman.

Kekuatan pembangunan diwujudkan melalui tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang memberikan manfaat nyata serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Sementara kekuatan iman tercermin melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, kerukunan antarwarga, serta kehidupan keagamaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Baca Juga: Dinas Kominfoss Panggil Penyedia Internet, Penataan Kabel Semrawut di Teluk Kuantan Segera Dilakukan

Dalam konteks itulah, kegiatan Dzikir dan Sholawat Bersama memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi rangkaian Milad ke-13, kegiatan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkokoh ukhuwah antar sesama.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bantan Sari, Hendro juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Milad ke-13 Desa Bantan Sari. Ia mengajak, seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun desa.

Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Desa Bantan Sari.

Baca Juga: FKM Universitas Hang Tuah Pekanbaru Tuntaskan PBL di Binawidya

Menurutnya, kemajuan desa tidak mungkin diwujudkan oleh pemerintah desa semata. Diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan warga.

Editor : Rinaldi
desa bantan sari lantunan doa mulad ke-13