Dukung Percepatan Swasembada Pangan, Petani Padi Ikuti Gerakan Tanam dan PM-AAS

Abu Kasim • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:10 WIB
Pemerintah mendorong petani padi di Desa Sepotong Kecamatan Siak Kecil untuk meningkatkan sistem tanam padi dalam membantu swasembada pangan. (Istimewa)
Pemerintah mendorong petani padi di Desa Sepotong Kecamatan Siak Kecil untuk meningkatkan sistem tanam padi dalam membantu swasembada pangan. (Istimewa)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Sebagai langkah strategis dalam mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) yang telah mencapai 60 persen, dalam mendukung percepatan swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melakukna Gerakan Tanam (Gertam) dan Sekolah Lapang Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dipusatkan di Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil.

Gerakan tanam padi sekaligus Sekolah Lapang PM-AAS tersebut, dipimpin Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau, Agus Wahyana Anggara, dan penyuluh pertanian se-Kabupaten Bengkalis, kelompok tani serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Kepala Bidang Tanaman Pangan Bengkalis Hanafi menyampaikan, Gerakan Tanam dan Sekolah Lapang PM-AAS merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi.

Baca Juga: Kadispersip Pekanbaru Ajak Pegiat Komunitas Bangun dan Tingkatkan Literasi Masyarakat

"Langkah ini penting untuk mendorong peningkatan produktivitas padi sekaligus mendukung upaya percepatan swasembada pangan di Kabupaten Bengkalis," ujar Hanafi, Jumat (2/10/2026).

Dijelaskannya, penerapan pertanian modern tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas tanam, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan budidaya yang lebih efisien, produktif dan mampu memberikan nilai tambah bagi petani.

Melalui Sekolah Lapang PM-AAS, para petani diarahkan untuk memahami dan menerapkan teknologi budidaya pertanian modern, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian, penerapan teknologi peningkatan produktivitas hingga pemilihan benih varietas unggul.

Baca Juga: DPRD Kuansing Punya 2 Kendaraan Dinas Jabatan dan 6 Operasional Sekretariat, Ini Penggunaannya

Integrasi antara Gerakan Tanam dan Sekolah Lapang PM-AAS, diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertanian di Kabupaten Bengkalis. Penerapan teknologi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya usaha tani dan mengoptimalkan hasil produksi padi.

Kepala BRMP Riau, Agus Wahyana Anggara, menyampaikan bahwa penerapan sistem pertanian modern melalui PM-AAS ditargetkan mampu mendorong produktivitas padi hingga mencapai 8–10 ton gabah per hektare.

Menurutnya, peningkatan produktivitas tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani dan petani menjadi faktor penting dalam penerapan teknologi pertanian modern.

Baca Juga: Jalan Perawang Barat-Sungai Mandau Dibangun Dua Tahap, Panjang 4,6 Km Anggaran Rp63 Miliar

Pelaksanaan Gerakan Tanam secara serentak pada akhir September juga menjadi momentum untuk mengamankan target LTT bulanan, sekaligus memperkuat fondasi bagi peningkatan luas panen dan produktivitas padi di Provinsi Riau.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus memperkuat sinergi bersama BRMP Riau, penyuluh pertanian, kelompok tani dan masyarakat petani dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan mendukung percepatan swasembada pangan daerah, sekaligus menjadi bagian dari langkah mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia.

Editor : Rinaldi
gerakan tanam pemkab bengkalis swasembada pangan