Kabut Asap Selimuti Bengkalis, Siswa Dipulangkan Lebih Cepat

Abu Kasim • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 13:02 WIB
Kondisi kabut asap di Pulau Bengkalis membuat langit terlihat gelap meski sudah menjelang siang hari, Rabu (7/10/2026).(Istimewa)
Kondisi kabut asap di Pulau Bengkalis membuat langit terlihat gelap meski sudah menjelang siang hari, Rabu (7/10/2026).(Istimewa)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dalam dua hari ini, kondisi cuaca di Kabupaten Bengkalis cukup panas. Bahkan kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Bengkalis, khususnya di Pulau Bengkalis, kabut asap cukup pekat terjadi pada pagi sampai siang hari, Rabu (7/10/2026).

Dari pantauan di lapangan, kondisi asap yang menyelimuti udara di pulau Bengkalis sejak pukul 05.00 WIB sudah mulai terasa bau asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan saat para murid dan siswa setingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA berangkat ke sekolah, tanpa menggunakan masker.

"Ya, sudah dua hari ini asapnya tebal dan terasa sesak di dada. Tapi anak-anak tetap masuk sekolah," ucap Andi, salah seorang orang tua siswa di Bengkalis, Rabu (7/10/2026.

 Baca Juga: Tim Elang Kuantan Ungkap Peredaran 55,24 Gram Sabu, Dua Pria Ditangkap

Sedangkan sampai pukul 10.30 WIB sejumlah sekolah masih terlihat siswa yang beraktifitas di sekolah. Meski kondisi cuacanya buruk dan tetap bermain bersama teman-teman mereka.

Sementara itu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Sanggoro, Pulau Bengkalis, mencapai 266 pada Rabu (7/10/2026) pukul 07.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dengan PM2.5 sebagai parameter kritis.

Sedangkan. Sesuai kebijakan Disdik Bengkalis yang disampaikan melalui sedaran Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SDN/S Kecamatan Mandau kepada kepala sekolah. Penerapan PJJ disebutkan, dilakukan karena kualitas udara di Duri dan sekitarnya kembali memburuk.  Kebijakan itu juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026.

 Baca Juga: Pasar Higienis Bakal Diperluas

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo yang dikonfirmasi mengatakan, melihat kondisi cuaca dan asap yang tidak semuanya merata terjadi di Kabupaten Bengkalis, maka kebijakan untuk meliburkan siswa atau proses belajar dengan jarak jauh diserahkan ke masing-masing UPTD Disdik Kecamatan.

"Sesuai surat edaran dari kementerian, maka kebijakannya diserahkan ke masing-masing Korcam Disdik kecamatan. Karena biasanya tak semua kecamatan terdampak kabut asap tebal," jelasnya.

Sementara itu, Korcam Disdik Kecamatan Bantan Zulfahmi yang dikonfirmasi menyebutkan, untuk saat ini kondisi asap mulai terasa dan untuk hari ini (Rabu) pihaknya sudah menyampaikan ke sekolah agar memulangkan siswa lebih cepat.

 Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Terkendala Lahan

"Ya, dalam dua hari ini memang cuacanya sangat buruk dan asapnya tebal. Makanya mulai besok (Kamis) proses belajar dilakukan melalui sekolah jarak jauh alias Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Artinya siswa bukan diliburkan melainkan belajar di rumah saja," ujarnya.

Ia menyebutkan, memburuknya kualitas udara di Kecamatan Bantan maka untuk Kamis sampai Sabtu (7-11/10/2026)  diberlakukan PJJ sesuai Surat Edaran Mendikdasmen No. 20 Tahun 2026.(ksm)

 

Editor : Edwar Yaman
Siswa Dipulangkan Lebih Cepat kabut Asap bengkalis