BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Sebagian upaya memperkuat deteksi dini, sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis memastikan layanan pemeriksaan HIV sudah tersedia di seluruh puskesmas se-Kabupaten Bengkalis.
Kepala Diskes Bengkalis Ermanto mengatakan, seluruh puskesmas telah didukung dengan perlengkapan pemeriksaan HIV dan tenaga yang telah mendapatkan pelatihan.
Ia menyebutkan, masyarakat tidak perlu ragu memanfaatkan layanan tersebut. Pemeriksaan HIV merupakan salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini sehingga jika diperlukan, penanganan dapat segera diberikan.
Baca Juga: Urai Kemacetan, Pemprov Lakukan Pelebaran Jalan HR Soebrantas hingga 16 Meter
"Ya, pemeriksaan HIV sudah tersedia di seluruh puskesmas. Petugas juga sudah mendapatkan pelatihan dalam penanganan kasus HIV," jelas Ermanto, Rabu (7/10/2026).
Ia menjelaskan, layanan pemeriksaan tidak hanya ditujukan kepada orang yang merasa memiliki risiko tertentu. Edukasi mengenai pemeriksaan perlu terus diberikan agar masyarakat memahami pentingnya mengetahui kondisi kesehatan diri dan tidak menunda konsultasi ketika membutuhkan layanan kesehatan.
Ia menyebutkan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan HIV adalah kerahasiaan pasien. Dinas Kesehatan memastikan identitas dan hasil pemeriksaan masyarakat tetap dijaga.
Baca Juga: Foto Disebar, Ini Tampang Ramos, Tahanan Narkoba yang Kabur dari Lapas Pasirpengaraian
Menurutnya, kerahasiaan tersebut dinilai sangat penting, agar masyarakat merasa aman ketika mengakses layanan kesehatan. Dengan demikian, kekhawatiran terhadap penilaian lingkungan tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan pemeriksaan maupun pengobatan.
Selain pemeriksaan, pemerintah juga menyediakan pengobatan antiretroviral atau ARV bagi orang dengan HIV. Pengobatan tersebut diberikan secara gratis melalui layanan kesehatan yang telah ditentukan.
"Ya, ARV ini berfungsi menekan perkembangan virus di dalam tubuh. Dengan pengobatan yang dilakukan secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan, kondisi kesehatan orang dengan HIV dapat dikendalikan," jelasnya.
Baca Juga: Dua Pelaku Begal Berhasil Ditangkap, Korban Terseret hingga 600 Meter
Ermanto mengatakan, Dinas Kesehatan juga terus mendorong pemahaman masyarakat bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari. Berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan atau minuman, maupun berada dalam lingkungan yang sama dengan orang dengan HIV tidak menyebabkan penularan.
Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya stigma dan diskriminasi. Masyarakat diharapkan dapat membedakan informasi yang benar mengenai penularan HIV dengan anggapan yang tidak berdasar.
Di sisi lain katanya lagi, edukasi mengenai HIV juga perlu diperkuat di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan masyarakat. Pengetahuan yang tepat diharapkan membuat generasi muda lebih memahami cara menjaga kesehatan, mengenali risiko, serta mengetahui tempat yang dapat dituju ketika membutuhkan informasi atau layanan kesehatan.
Baca Juga: Kabut Asap Menebal di Bagansiapiapi, Kondisi ISPU Sangat Tidak Sehat
"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia. Pemeriksaan dan konsultasi kesehatan dapat dilakukan dengan tetap mengedepankan privasi serta kenyamanan masyarakat," jelasnya.
Ia menegaskan, ketersediaan layanan di seluruh puskesmas diharapkan semakin mendekatkan akses pemeriksaan HIV kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bengkalis. Upaya tersebut menjadi bagian dari pencegahan dan pengendalian HIV sekaligus membangun kesadaran bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas hidup.
Editor : Rinaldi