Stok Beras Bulog Bengkalis Capai 1.000 Ton

Abu Kasim • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:54 WIB
Para pekerja di gudang Bulog Damun, Kecamatan Bengkalis mengisi beras ke dalam kemasan 5 kg SPHP, beberapa waktu lalu. (abu kasim/riau pos)
Para pekerja di gudang Bulog Damun, Kecamatan Bengkalis mengisi beras ke dalam kemasan 5 kg SPHP, beberapa waktu lalu. (abu kasim/riau pos)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Program penya­luran bantuan pangan untuk tiga bulan, terhitung Juli, Agustus dan September 2026 di Kabupaten Bengkalis sudah hampir memenuhi kuota pembangiannya. Saat ini Bulog Cabang Bengkalis sudah menyiapkan cadangan beras yang mencapai 1.000 ton.

Kepala Cabang Bulog Bengkalis, Delly Bayu Putra, mengatakan program bantuan pangan sudah hampir rampung penyalurannya untuk wilayah Bengkalis, Meranti dan Siak. Bahkan saat ini pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bengkalis juga gencar menggelar gerakan pangan murah.

”Kami sangat mendukung pelaksanaan GPM yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bengkalis, dengan menyediakan sejumlah komoditas sesuai kebutuhan, terutama beras SPHP dan Minyakita,” jelas Delly Bayu Putra, Rabu (7/10).

Baca Juga: Besok, UAS Hadir di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis

Menurut Delly, respons masyarakat terhadap komoditas yang disediakan Bulog cukup tinggi. Bahkan, minyak mereka Minyakita yang dibawa untuk kegiatan tersebut telah habis terjual, sedangkan beras SPHP hanya tersisa dalam jumlah terbatas.

”Untuk kegiatan gerakan pangan murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, kami memberikan sesuai dengan permintaan, yakni beras SPHP serta Minyakita. Dari hasil penjualan, beras tinggal sedikit, sementara untuk Minyakita sudah terjual habis,” jelasnya.

Meski penjualan dalam kegiatan GPM cukup tinggi, Delly memastikan ketersediaan beras SPHP di Kabupaten Bengkalis masih dalam kondisi aman. Bahkan sampai menjelang akhir tahun berasnya cukup dan saat ini ada stok yang mencapai 1.000 ton.(ksm)

 

 

 

Editor : Arif Oktafian
stok beras bengkalis bulog bengkalis bantuan pangan gerakan pangan murah