BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Di tengah tingginya harga kebutuhan pokok serta rendahnya pendapatan masyarakat akibat dari tersendatnya anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) 2026, membuat masyarakat memanfaatkan apapun yang dilakukan pemerintah.
Seperti yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bengkalis melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang langsung diserbu ratusan masyarakat di halaman Kantor DKP Bengkalis pada, Senin (12/10/2026).
Masyarakat sangat antusias yang ingin mendapatkan berbagai kebutuhan pokok, dengan harga lebih terjangkau di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di pulau Bengkalis.
Baca Juga: Warga Pekanbaru Bisa Ambil Masker Gratis di Puskesmas
Apalagi dalam gerakan pangan murah ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga di bawah harga pasar. Mulai dari beras, minyak goreng, telur ayam, bawang, cabai merah, kentang, sayur mayur hingga buah semangka lokal, semuanya tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Apalagi DKP Kabupaten Bengkalis juga menggandeng sejumlah distributor, termasuk Perum Bulog yang menyediakan beras dan minyak goreng. Kegiatan ini juga melibatkan petani lokal, salah satunya pemasok cabai dari Desa Pasiran yang baru saja melaksanakan panen.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Kabupaten Bengkalis, Yana Susilayeni, menyebutkan GPM dilaksanakan melalui kerja sama dengan para distributor untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Hari Pertama Bertugas, Kapolda Riau Irjen Arman Gulung THM Terindikasi Peredaran Narkoba
Ia mengatakan, sejumlah komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut memiliki selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga di pasar.
Salah satunya telur ayam yang dijual seharga Rp50 ribu per papan, sementara harga di pasar mencapai Rp54 ribu per papan. Sedangkan cabai merah dijual Rp80 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp120 ribu per kilogram.
"Dengan demikian, masyarakat dapat menghemat hingga Rp40 ribu untuk setiap kilogram cabai merah yang dibeli," ujarnya.
Baca Juga: Jaga Standar Pelayanan, RSUD Arifin Achmad Kembali Ikuti Survei Akreditasi
Sementara itu, beras dan minyak goreng yang disediakan Perum Bulog dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni beras SPHP kemasan 5kg dengan harga Rp65 ribu sak. Sedangkan minyak goreng seharga Rp15.700 per liter.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Karena saat ini daya beli masyarakat sangat menurun,” jelasnya.
Yanti, salah seorang warga Desa Senggoro, Bengkalis, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM dari DKP Bengkalis. Karena bisa membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih murah dan jenisnya juga bervariasi.
Baca Juga: Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau, Putri SMAN 5 Pekanbaru Melaju ke Fantastic Four
Ia memanfaatkan, kesempatan itu untuk membeli telur, minyak goreng, dan tepung yang biasa digunakannya untuk membuat kue untuk makanan anak-anaknya.
Menurutnya, selisih harga dibandingkan pasar menjadi salah satu alasan dirinya berbelanja di lokasi GPM. Ia mengaku baru mengetahui kegiatan tersebut ketika melintas di sekitar lokasi.
"Ya, harganya agak murah dari harga pasar. Kebetulan tadi lewat dan melihat ada GPM, saya langsung mampir. Ini sudah kedua kalinya saya berbelanja di GPM. Kalau bisa ini dibuka setiap hari agar masyarakat selalu dapat bahan pangan murah," harapnya.
Editor : M. Erizal