Kasus ISPA Akibat Kabut Asap di Bengkalis Capai 3.745 Jiwa

Abu Kasim • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 16:59 WIB
Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Bengkalis tepatnya di laut selat Bengkalis yang masih dibayangi asap tebal akibat karhutla. Foto diambil, Sabtu (24/10/2025). (Abu Kasim/Riaupos.co)
Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Bengkalis tepatnya di laut selat Bengkalis yang masih dibayangi asap tebal akibat karhutla. Foto diambil, Sabtu (24/10/2025). (Abu Kasim/Riaupos.co)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan oleh kabut asap selama beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan di Kabupaten Bengkalis. 

Bahkan kasusnya tembus di angka 3.745 jiwa yang ditanangi melalui fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dan RSUD  sepanjang 1-20 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Ermanto melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Irawadi, mengungkapkan peningkatan kasus tersebut terjadi dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi kabut asap yang melanda wilayah Bengkalis diduga menjadi salah satu faktor pemicu.

Baca Juga: ALAMAK!!! Pemulung Vs Gepeng

"Ya, secara angka, kasus ISPA bulan Oktober ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan terjadi karena pengaruh kabut asap yang sangat tebal," ujar  Irawadi, Senin (26/10/2026).

Ia menyebutkan, untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinkes Bengkalis berencana mengaktifkan layanan rumah oksigen di seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Bengkalis.

Irawadi menjelaskan,  pihaknya telah meminta seluruh Puskesmas mempersiapkan fasilitas tersebut agar masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan lebih mudah.

Baca Juga: Gloria dan Syafira Wakili Riau di  Ajang Putri Cilik Nusantara Nasional 

"Kita sudah minta seluruh Puskesmas untuk mengaktifkan rumah oksigen di tempat masing-masing. Sekarang masih dalam persiapan yang dilakukan masing-masing Puskesmas," ujarnya.

Irawadi berharap rumah oksigen tersebut sudah dapat beroperasi mulai pekan depan. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen dapat mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan sesuai kondisi kesehatannya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang datang tidak langsung mendapatkan oksigen, tetapi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan atau skrining kesehatan oleh petugas medis.

Baca Juga: Polda Riau Latih Warga Bukit Rimbang-Bukit Baling Budi Daya Aren, Dorong Pelestarian Lingkungan

"Jadi nanti bisa datang langsung ke Puskesmas terdekat, lakukan skrining kesehatan sebelum mendapatkan pelayanan pemberian oksigen di rumah oksigen yang akan disediakan," ujarnya.

Irawadi juga berharap, pengaktifan rumah oksigen ini dapat membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.

 Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Editor : M. Erizal
asap bengkalis dinas kesehatan bengkalis infeksi saluran pernapasan akut