Muhammad Haris dan Suryadi adalah inisiatornya. Keduanya mulai mengumpulkan beberapa pemain Free Fire untuk nongkrong dan main bareng di salah satu cafe di Pekanbaru. Waktu itu, anggotanya masih beberapa orang. Baru kemudian, pada tanggal 11 November 2018 diadakan turnamen komunitas pertama di Riau yang dibuat oleh Septi Adi Putra, Agi Nofrimon dan team dari Guild Serdadu “NSâ€.
Bermula dari turnamen itulah, di bentuklah Komunitas Free Fire Riau yang tersistem dan terorganisir.
‘‘Seluruh anggota terdafar di dalam data base milik Admin Komunitas. Untuk saat ini data base ada 863 orang,’’ ujar Suryadi.
Adapun kegiatan yang dilakukan komunitas ini antara lain, Kopdar rutin 3 kali dalam sebulan, turny offline rutin 1kali sebulan, makan bersama untuk menjalin silaturahmi yang lebih dekat dan kekeluargaan antara sesama anggota komunitas.
Kegiatan komunitas ini sudah dilaksanakan dibeberapa Cafe di Kota Pekanbaru dan di Komunitas Chapter Daerah yang ada seperti Siak, Perawang, Duri, Dumai, Kuantan Singingi, Lipat Kain dan lain-lain.
Suryadi mengaku, game Free Fire ini mampu menyatukan anggotanya yang sebelumnya tak saling kenal satu sama lain.
‘‘Melalui game ini, kami ingin menjalin silaturahmi antara sesama player. Bukan hanya akrab di dunia maya. Tetapi juga akrab di dunia nyata. Seiring berkembangnya waktu, kami turut mengumpulkan beberapa member player agar saling mengenal antar pemain yang satu daerah. Sehingga mempermudah koordinasi pelaksanaan iven seputar Free Fire di Regional Riau,†paparnya.
Ia menambahkan, tanggapan masyarakat Riau tentunya sangat baik dan mendukung atas terbentuknya komunitas ini. Karena di komunitas, para anggota komunitas menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Sehingga saling mengingatkan kepada hal-hal yang baik. ‘‘Dampak dari adanya komunitas ini memberikan poin baik dan tentunya tidak merugiman masyarakat lainnya yang bukan pemain Free Fire,†imbuh nya.
Ia berharap, ke depannya semoga Free Fire Riau bisa menjadi wadah yang baik bagi para pemain Free Fire Riau untuk menyalurkan minat dan bakat dari pemain tersebut.
‘‘Melalui iven seperti turnamen, kami ingin menjadikan mereka sebagai pemain profesional untuk bisa jadi atlit nasional yang sekarang sedang didukung oleh pemerintah,’’ tutupnya. (n/azr)
Editor : Rindra Yasin