Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

2 Menit 49 Detik Bebaskan Sandera

Administrator • Jumat, 11 September 2020 | 10:45 WIB
PODCAST: Letkol (Purn) Untung Soeroso saat bercerita kisah
 pengalaman operasi pembebasan tahanan di pesawat Garuda
 DC-9 atau Woyla di Bangkok 1981 dalam Podcast bersama Puspen
 TNI.(PANJI A SYUHADA/RIAUPOS.CO)
PODCAST: Letkol (Purn) Untung Soeroso saat bercerita kisah pengalaman operasi pembebasan tahanan di pesawat Garuda DC-9 atau Woyla di Bangkok 1981 dalam Podcast bersama Puspen TNI.(PANJI A SYUHADA/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) --- BERKAT kemampuan tem­pur prajurit Komando Pasu­kan Khusus (Kopassus) dalam Operasi Pembebasan Sandera di pesawat maskapai Garuda Indonesia DC-9 atau Woyla, puluhan sandera pembajakan tersebut bisa selamat dan bernafas lega.

Prajurit Kopassus yang saat itu bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasshandha) hanya memerlukan waktu 2 menit 49 detik untuk membebaskan seluruh penumpang yang disandera. Ini merupakan Peristiwa menegangkan itu terjadi pada 1981 silam, sebuah pembajakan pesawat Garuda Indonesia DC-9 Woyla oleh para terorisme. Pembajakan tersebut merupakan kasus terorisme pertama dalam sejarah maskapai penerbangan Indonesia.

Letkol Inf (Purn) Untung Suroso (83) sebagai pelaku sejarah pembebasan sandera Garuda DC-9 Woyla sekaligus pemimpin subtim perintis 1 dalam menangani pembajakan bercerita kisahnya dalam tayangan Youtube Puspen TNI pada, Sabtu (5/9) kemarin.

Pembajakan tersebut dikenal pula sebagai peristiwa Woyla di Bangkok Thailand dengan sebutan Operasi Senyap Komando Pasukan Sandi Yudha. Riau Pos pun mengikuti perjalanan kisah yang diungkapkan eks komandan penyerbu tersebut dari awal hingga akhir.

"Waktu penyergapan saya dengan aba-aba satu, dua serbu nah itu mulai saya hitung pakai stopwatch, bukan jam tangan. Stopwatch-nya spesial perlengkapan dari Amerika. Saya melihat sampai saya laporan itu 2 menit 49 detik," katanya mengenang.

Ketika melihat stopwatch yang ada, dia pun kaget lantaran waktunya yang begitu singkat. Letkol Untung ketika itu senang karena merasa telah memecahkan rekor dunia. "Ini benar? Kalau begitu saya juara dunia," ujarnya dengan wajah sumringah.

Saat operasi pembebasan, dirinya bertugas sebagai Komandan tim dan hanya membawa enam prajurit yang dibagi dalam tiga bagian yakni depan, tengah, dan belakang. Di mana masing-masing bagian terdiri dari dua prajurit.

Editor : Administrator
#TNI #untung soeroso #garuda bangkok