Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemeran Video Guru dan Murid di Gorontalo Dikeluarkan dari Sekolah, Aktivis Perempuan dan Anak soal Nasib Siswi: Jangan Isolasi Hak Pendidikan Korban

Redaksi • Senin, 30 September 2024 | 20:16 WIB

 

Tangkapan layar video guru dan siswi di Gorontalo yang tersebar dan viral di dunia maya pada September 2024.
Tangkapan layar video guru dan siswi di Gorontalo yang tersebar dan viral di dunia maya pada September 2024.

GORONTALO (RIAUPOS.CO) - Guru dan murid di Gorontalo yang beradegan mesum dan direkam diam-diam oleh siswi lainnya tersebar di dunia maya hingga berdampak luas. Kini, pemeran video guru dan murid di Gorontalo tersebut dikeluarkan dari sekolah.

Pria dalam video yang diketahui adalah guru dan wanita adalah seorang siswi di sekolah MAN yang sama tempat mereka menjadi tenaga pendidik dan pelajar di Gorontalo pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Skandal Video Guru dan Murid di Gorontalo Durasi 7 Menit Viral Se-Indonesia, Ini Arahan Kemenag RI bagi Sekolah Pelaku dan Kanwilkemenag Gorontalo

Di mana sang guru yang ditetapkan kepolisian setempat sebagai tersangka, diancam belasan tahun penjara.

Agar tidak meluasnya kasus serupa, sehingga dalam menghadapi kasus kekerasan seksual di lingkungan sekolah, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Jejaring Aktivis Perempuan dan Anak (Jejak Puan) Provinsi Gorontalo mengajak semua pihak untuk memberikan perlindungan kepada siswa korban.

Baca Juga: Siapa P Diddy atau Sean Combs? Ini Fakta Mencengangkan 1.000 Botol Baby Oil, Skandal Pesta Liar Freak Offs Seret Artis Hollywood dan Petinggi Amerika

Sebab, alih-alih mengeluarkan mereka dari sekolah, dukungan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar korban dapat melanjutkan pendidikan dan pulih dari trauma yang dialami.

Demikian ditegaskan Ketua Bidang Riset Sahabat Anak, Perempuan, dan Keluarga (Salam Puan), Novi R. Usu, menekankan bahwa dalam kasus yang melibatkan oknum guru dan siswa di Gorontalo, pihak sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan siswa tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikannya.

Baca Juga: Pebisnis asal Vietnam Truong My Lan Dijatuhi Hukuman Mati, Terbukti Melakukan Skandal Penipuan Terbesar dalam Sejarah Negaranya

Menurut Novi, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk pulih dan mendapatkan dukungan, bukan malah mengeluarkannya.

"Kami sangat menyayangkan mengapa pihak sekolah justru memutuskan untuk mengeluarkan siswa tersebut," ujar Novi dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Jejak Puan, dikutip dari Gorontalopost.jawapos.com.

Baca Juga: Skandal Video Rebecca Klopper Muncul Lagi, Haji Faisal: Jangan Tanya, Saya Bukan Pakar

Ia menegaskan, sekolah adalah rumah kedua bagi siswa, sehingga sudah sepatutnya memberikan perlindungan dan pendampingan. Terlebih lagi, korban kekerasan seksual sering kali adalah anak di bawah umur, yang rentan mengalami trauma berkepanjangan.

Novi juga mempertanyakan apakah pihak sekolah telah mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan korban.

Baca Juga: Video Guru dan Murid di Gorontalo Berdurasi 7 Menit, 3 Fakta Baru Ini Terungkap Terkait para Pemeran

"Filosofi pendidikan di Indonesia adalah berpihak pada peserta didik. Apakah pihak sekolah sudah pernah menanyakan kepada korban mengenai keinginannya untuk tetap sekolah atau tidak? Saya sedang membayangkan saat ini anak tersebut sedang apa? Siapa yang menemani dan jadi tempatnya bercerita? Dukungan apa yang dia perlukan?" tambahnya.

Baca Juga: Video Viral Kejadian Begal di Duri Hoaks, Kapolsek Minta Masyarakat Lakukan Cek dan Ricek

Di sisi lain, Direktur Woman Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G), Kusmawaty Matara, juga mengkritisi keputusan sekolah yang mengeluarkan korban dan berencana memindahkannya ke sekolah lain.

Ia menyoroti risiko perundungan yang mungkin dihadapi korban di lingkungan baru.

Baca Juga: Kasus Video Viral Guru dan Murid di Gorontalo, Terungkap Sudah Menjalin Hubungan Terlarang Sejak Kelas 1, Oknum Guru Ditetapkan Tersangka

"Apakah ada yang bisa menjamin korban ini tidak akan mengalami perundungan di sekolah barunya? Di tempat yang baru dia justru akan merasa sendiri, tidak ada yang dikenalinya dan belum tentu lingkungan barunya akan berempati padanya," ungkap Kusmawaty.

Baca Juga: Pria Penjaga Keramba Ikan Gantung Diri saat Video Call, Berawal Diputuskan Pacar

Menurut Kusmawaty, dukungan dari sekolah lama sangat penting untuk membantu korban pulih dari trauma. Sekolah yang bertindak dengan pendekatan yang berfokus pada kepentingan korban akan sangat membantu proses pemulihan, baik secara fisik maupun mental.

Sikap yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Lembaga Riset, Hukum, dan Gender (Leaders) Gorontalo, Hijrah Lahaling.

Baca Juga: Video Guru dan Murid Gorontalo, Ini Alasan Penyebar hingga Jadi Viral Menurut Polisi

Ia berharap pihak sekolah tidak merasa malu atau khawatir reputasinya akan tercoreng karena kasus ini.

Justru, menurutnya, sekolah akan mendapat apresiasi jika menunjukkan dukungan penuh terhadap korban.

 

Baca Juga: Lirik Lagu Minang Berjudul Ciinan Bana Dinyanyikan Fauzana Viral di Youtube, Dilengkapi Arti Bahasa Indonesia dan Maknanya

"Siswa-siswa lainnya juga akan memiliki keberanian untuk bicara jika mengalami kekerasan di lingkungan sekolah karena mereka percaya bahwa pihak sekolah akan mendukungnya," ujar Hijrah.

Sebagai salah satu bentuk dukungan, Hijrah mengusulkan agar sekolah mengadakan sosialisasi kepada seluruh siswa, meminta mereka untuk tetap berempati, tidak merundung, dan membantu korban memulihkan kepercayaan diri.

Baca Juga: Profil Fauzana, Penyanyi Minang Viral di Youtube

Dengan begitu, korban dapat kembali fokus belajar dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

Jejak Puan, yang terdiri dari berbagai organisasi dan komunitas seperti Woman Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G), Salam Puan, Leaders Institute, Gusdurian Kota Gorontalo, Pustaka Bergerak Indonesia, KOHATI Cabang Gorontalo, KOPRI PMII Ichsan, Sekolah Kampung Gorontalo, Teater Peneti Gorontalo, Indung Art Project, KOPRI Kota Gorontalo, KOMAKI Gorontalo, dan KOHATI Bone Bolango, terus mendesak pihak sekolah untuk mengambil langkah yang lebih bijak dalam menangani kasus ini.

Baca Juga: Hasil Grup A Liga 2: PSKC Cimahi Gagal Kudeta PSPS Pekanbaru di Puncak Klasemen setelah Kalah 0-1 dari Dejan FC

Mereka berharap, korban kekerasan seksual di lingkungan sekolah mendapat perlindungan yang semestinya, tanpa harus merasa terisolasi dari pendidikan yang menjadi haknya.

Sumber: Gorontalopost.jawapos.com

Editor : RP Eka Gusmadi Putra
#man gorontalo #berita seputar video guru dan murid gorontalo durasi 7 menit terbaru dan terkini hari ini #Video mesum guru dan murid viral #Video Guru dan Siswi Gorontalo #guru dan murid di Gorontalo #berita seputar video guru dan murid gorontalo #video viral #video guru dan murid gorontalo durasi 7 menit