JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus disertai semburan lava pijar sekitar setengah jam atau 1.450 detik pada Ahad (3/11/2024) 23:54 WITA atau Senin dinihari WIB. Letusan gunungapi ini menewaskan 6 orang dan sekitar 20.590 jiwa warga di tiga kecamatan di Flores Timur, NTT terdampak.
Akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki ini, status dari sebelumnya level III, kini jadi level IV atau dalam status Awas.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Disertai Muntahan Lahar Panas, Korban Meninggal 6 Orang
Ini setelah Otoritas kegunungapian (PVMBG) menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki sesaat setelah kejadian gunungapi tersebut meletus.
Informasi ini disampaikan BNPB RI dalam keterangan resmi, Senin (4/11/2024 pagi. Dijelaskan, Gunung api yang terletak Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengalami kenaikan kegempaan vulkanik.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Flores Timur menyebutkan adanya korban jiwa akibat letusan tersebut. Korban meninggal sebanyak 6 jiwa, yang sudah terverifikasi. Mereka berasal dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.
Aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 1.584 mdpl yang terjadi pada Ahad (3/11/2024) berdampak sejumlah desa di tiga kecamatan.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur NTT Erupsi
Terdapat 6 desa terdampak di Kecamatan Wulanggitang, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru dan Boru Kedang.
Pada Kecamatan Ile Bura, sebanyak 4 desa terdampak, yaitu di Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen dan Riang Rita, sedangkan di Kecamatan Titehena berpengaruh pada empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang dan Watowara.
Baca Juga: Waspada! Gunung Marapi Erupsi, Patuhi Rekomendasi Badan Geologi
BNPB memantau populasi jiwa terdampak sebanyak 2.734 KK / 10.295 jiwa, dengan rincian di Kecamatan Wulanggitang 2.527 KK / 9.479 jiwa dan Ile Bura 207 KK/ 816 jiwa.
Saat ini Masyarakat Desa Dulipali dan Desa Lewolaga, serta pemerintah Desa Lewolaga sudah menyiapkan tempat sekolah sebagai lokasi pengungsian.
Baca Juga: [SALAH] Pesawat Jatuh di Perairan Flores
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah memperpanjang status siaga darurat bencana Gunung Lewotobi Laki-laki hingga 96 hari, terhitung pada 27 September hingga 31 Desember 2024.
Dengan kenaikan status aktivitas vulkanik level IV, PVMBG merekomendasikan sebagai berikut:
Baca Juga: Masyarakat Diimbau PVMBG agar Menjauhi Bantaran Sungai-Sungai yang Berhulu di Puncak Marapi
1. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki serta sektoral 7 km pada arah Utara-Timur Laut dan 7 Km pada sektor Timur Laut.
2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
3. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Dua Hari Berturut, Dua Gunung Meletus
4. Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra