TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Ratusan warga Cerenti, Sabtu (27/12/2025) mendatangi Kantor Desa Pesikaian Kecamatan Cerenti. Aksi damai itu, sebagai respon masyarakat Cerenti yang menolak menjadi tempat relokasi 500 KK warga TNTN ke Desa Pesikaian.
Mereka datang, menyampaikan aksi damai penolakan. Sebab, lahan yang akan dijadikan tempat relokasi TNTN itu adalah tanah ulayat masyarakat Cerenti yang diserahkan ke PTPN untuk dikerjasamakan menjadi kebun kelapa sawit.
Sementara pemerintah pusat lewat Satgas PKH menyitakan sebagian kawasan itu yang ternyata masuk kawasan hutan.
"Iya. Tadi ada masyarakat Cerenti datang ke Kantor Desa Pesikaian. Mereka lebih banyak mencari tau rencana itu. Sebab, sebagian besar masyarakat ada yang sudah bekerja di lahan kebum sawit yang dikerjasamakan dengan PTPN," kata Kapolsek Cerenti, AKP Benni A Siregar, pada Riaupos.co.
Dijelaskan Benni, dalam pertemuan itu dihadiri juga Asisten Kepala PTPN di Cerenti yang menjelaskan, bahwa kebijakan itu baru rencana.
Mereka juga akan mengakomodir masyarakat yang sudah bekerja selama ini. Mendapatkan penjelasan itu, sekitar pukul 11.30 WIB, masyarakat sudah meninggalkan Kantor Kepala Desa Pesikaian.
Dalam pertemuan itu, juga disepakati akan ada pertemuan lanjutan.
Dimana masyarakat meminta penjelasan terperinci soal rencana relokasi relokasi yang sempat digulirkan langsung Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM.
Terkait ini, Asisten I Setda Kuansing, H Fahdiansyah menjelaskan, bahwa rencana itu adalah rencana pemerintah pusat.
Dimana pemerintah pusat lewat Tim Satgas PKH akan memindahkan sekitar 500 KK TNTN ke Desa Pesikaian, di atas lahan 171,31 hektar.
Relokasi warga TNTN itu, kata Fahdiansyah, direncanakan dilakukan di tiga daerah, Pelalawan, Inhu dan Kuansing. Tetapi sampai sekarang belum ada surat resmi dan pemberitahuan.
"Baru wacana dan belum pasti. Dan ini bukan kebijakan kita Kuansing, tetapi kebijakan pusat. Jadi jangan sampai informasinya simpang siur," ujar Fahdiansyah. (dac)
Editor : Eka G Putra