Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gempa M7,6 Sulawesi Utara dan Maluku Utara Diikuti 233 Gempa Susulan, Ini Dampak Guncangan di Dua Provinsi Tersebut

Redaksi • Jumat, 3 April 2026 | 12:31 WIB
Gempa M7,6 di Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).(BPBD MINAHASA/BNPB)
Gempa M7,6 di Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).(BPBD MINAHASA/BNPB)

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gempa berkekuatan M7,6 dengan kedalaman 33 km berpusat di laut mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026). BMKG mencatat 233 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,8.

Getaran gempa berikut gempa susulan dirasakan di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara), serta di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan (Maluku Utara).

Selain itu, banjir dan longsor juga terjadi di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026).

Dampak gempa di Sulawesi Utara, terdapat satu korban meninggal dunia di Kota Manado dan satu korban luka ringan di Kabupaten Minahasa.

Sementara di Maluku Utara, tercatat 134 KK terdampak di Kota Ternate, 7 KK di Halmahera Tengah, 5 KK di Halmahera Barat, dan 2 KK di Halmahera Selatan. Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan.

Kaji cepat sementara berdasarkan keterangan resmi yang diterima Riaupos.co dari BNPB RI, Jumat (3/4/2026) mencatat, di Provinsi Sulawesi Utara terdapat 1 unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado.

Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan terdampak.

Lebih lanjut, di Provinsi Maluku Utara dilaporkan di Kota Ternate terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta 6 fasilitas ibadah terdampak.

Di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, 5 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum terdampak. Di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat 2 rumah rusak sedang dan 1 fasilitas pendidikan serta 1 jembatan terdampak.

Di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 2 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang. Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat 5 rumah rusak ringan. BPBD setempat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, khususnya hidrometeorologi basah.

Warga di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri serta mengetahui jalur evakuasi yang aman.(rls/egp)

 

Editor : Eka G Putra
#gempa sulawesi utara #gempa maluku utara #233 gempa susulan #info bnpb gempa sulut #Gempa m76