Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gempa M 6,7 Guncang Palu, Warga Serbu SPBU

Arif Oktafian • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:09 WIB
Ilustrasi gempa bumi.(Jawapos.com)
Ilustrasi gempa bumi.(Jawapos.com)

 

PALU (RIAUPOS.CO) - Kepanikan luar biasa melanda warga Kota Palu setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6) pukul 10.27 WITA. Hanya dalam hitungan jam, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota provinsi Sulteng langsung diserbu warga hingga memicu antrean mengular.

Pantauan Radar Palu (JPG) di tiga titik strategis—SPBU Jalan Pramuka Nomor 15 Besusu Barat, SPBU Jalan Yos Sudarso Talise, dan SPBU Jalan Moh Yamin—menunjukkan pemandangan yang sama. Ratusan kendaraan, didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor, tampak berjejal memenuhi area pengisian hingga meluber ke jalan raya.

Warga mengaku sengaja berburu BBM untuk mengantisipasi kondisi terburuk. Mereka khawatir pasokan bensin akan terputus jika terjadi gempa susulan yang lebih besar. “Antrean bensin karena orang panik gempa,” ujar salah satu sopir Maxime Mobil saat ditemui di SPBU Jalan Pramuka, Selasa (16/6).

Baca Juga: Kini Menagih Utang Bisa Menggunakan AI sebagai Debt Collector Virtual Menghubungi Nasabah

Dia menceritakan bahwa kepanikan ini dipicu oleh rasa takut warga akan hilangnya stok bahan bakar di pasaran jika situasi memburuk. “Takutnya tidak dapat bensin, gempa susulan akhirnya. Nggak ada lagi bensin tau, makanya mereka isi memang,” tambahnya dengan nada khawatir. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6). Selain sejumlah bangunan dan infrastruktur rusak, gempa bumi magnitudo 6,7 itu juga berdampak langsung terhadap ratusan warga.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, laporan terbaru pukul 19.00 WIB terdapat 1 korban meninggal dunia. “Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6).

Baca Juga: Jurnalis Riau Didorong Adaptif di Era AI, Tanoto Foundation Gelar Capacity Building

Ia mengatakan, proses pendataan masih terus berlangsung termasuk pendataan kepada warga yang mengalami luka berat. Data saat ini, 25 warga dilaporkan mengalami luka ringan, 13 warga mengalami luka berat. “Hingga saat ini tercatat sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa,” tuturnya.

Aam mengatakan, seiring bertambahnya data yang masuk dari lapangan, kerusakan bangunan juga mengalami peningkatan. Pendataan sementara mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. 

“Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas,” ucapnya. ”Kerusakan tersebut tersebar di beberapa wilayah dengan tingkat dampak yang berbeda-beda,” ucap dia.(jpg)

 

 

Editor : Arif Oktafian
#gempa m 6.7 #sulawesi tengah #gempa palu