Sekolah Daring 3 Hari, Teror Monyet di Tembilahan Berlanjut Hampir 20 Orang Diserang, BBKSDA Ungkap Pola Serangan Diduga dari Satu Ekor Monyet

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:49 WIB
Tim gabungan memasang jaring dan perangkap di salah satu titik yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet liar ekor panjang di Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (5/8/2026). (*2/RIAU POS)
Tim gabungan memasang jaring dan perangkap di salah satu titik yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet liar ekor panjang di Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (5/8/2026). (*2/RIAU POS)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Teror monyet liar yang meresahkan warga Tembilahan kini berdampak pada aktivitas pendidikan. Rabu (5/8), seekor monyet yang diduga selama ini menyerang warga terlihat berada di sekitar SDN 032 Tembilahan, Jalan Swarna Bumi, Kecamatan Tembilahan.

Kemunculan monyet tersebut sontak membuat peserta didik dan guru panik. Sejumlah murid yang mengetahui keberadaan satwa liar itu terlihat ketakutan, sementara guru berupaya menenangkan siswa dan mengarahkan mereka tetap berada di tempat yang aman.

Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Orang tua siswa kemudian dihubungi dan diminta segera datang ke sekolah untuk menjemput anak-anak mereka.

Baca Juga: Dampak Teror Monyet, Sekolah Wilayah Terdampak di Tembilahan Terapkan Belajar Daring

Kekhawatiran pihak sekolah bukan tanpa alasan. Dalam hampir dua pekan terakhir, teror monyet liar telah menyebabkan sedikitnya 17 warga menjadi korban gigitan di sejumlah lokasi di Kecamatan Tembilahan.

Korbannya terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa yang mengalami luka akibat diserang secara tiba-tiba saat beraktivitas di sekitar rumah maupun di jalan lingkungan.

Meski tidak terjadi serangan di lingkungan SDN 032 Tembilahan, kemunculan monyet di sekitar sekolah sudah cukup memicu kepanikan dan mengganggu proses belajar mengajar.  Demi menjaga keselamatan peserta didik, sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak menerapkan pembelajaran secara daring selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026.

Baca Juga: Komisi III Soroti Lambannya Proses Lelang Pembangunan Pasar Yos Sudarso

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi Pemerintah Kecamatan Tembilahan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kepala satuan pendidikan, komite sekolah, koordinator wilayah pendidikan, dan unsur terkait di Aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu (5/8).

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, kebijakan itu diberlakukan setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan. Serangan monyet liar yang telah terjadi di sejumlah titik menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama orang tua terhadap keselamatan anak saat berangkat maupun pulang sekolah.

“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Karena itu kami bersama seluruh pihak sepakat menerapkan pembelajaran daring selama tiga hari sebagai langkah antisipasi hingga situasi benar-benar aman,” ujar Ari.

Baca Juga: 2 Warga Lagi Jadi Korban Monyet Liar di Tembilahan

Menurutnya, selama kebijakan tersebut berlaku, sekolah tetap diminta melaksanakan proses belajar mengajar secara daring agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi. Memasuki pekan kedua teror monyet liar ini, kini fokus penanganan mulai bergeser. Jika sebelumnya tim gabungan berkonsentrasi melakukan pencarian, kini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama instansi terkait mulai mengkaji penyebab satwa tersebut menjadi agresif, sekaligus memetakan pola serangan dan pergerakannya agar proses penangkapan lebih efektif.

Langkah itu diambil setelah berbagai upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil. 

Perwakilan BBKSDA Riau, Bambang S mengatakan pihaknya masih mengumpulkan berbagai data di lapangan untuk mengetahui penyebab satwa tersebut berulang kali menyerang warga. Identifikasi dilakukan melalui keterangan saksi, korban, serta hasil pengamatan terhadap perilaku monyet di lokasi kemunculannya.

Baca Juga: Inflasi Kota Tembilahan Juli 2026 Capai 3,81 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu

“Kami masih mengidentifikasi penyebabnya. Semua informasi di lapangan kami kumpulkan sebagai dasar menentukan metode penanganan dan penangkapan yang paling efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan hasil identifikasi sementara menunjukkan pelaku penyerangan diduga hanya satu ekor monyet. 

Bersama BBKSDA, petugas kini mempelajari pola pergerakan, kebiasaan makan dan minum, serta perilaku satwa tersebut.

“Yang menyerang warga diduga hanya satu ekor. Saat ini kami bersama BBKSDA mempelajari pola serangan, makan, minum, dan perilakunya agar penanganannya lebih tepat,” kata Junaidi.

Baca Juga: Korban Gigitan Monyet Liar Bertambah Empat Orang

Dari hasil kajian sementara, tim mulai menemukan pola serangan monyet. Satwa tersebut cenderung menyerang ketika korban sedang sendirian atau dalam kondisi lengah.

Sebagian besar korban diserang saat berada di lingkungan rumah, seperti di teras, dapur, halaman, bahkan di dalam rumah.(*2/ali)

Editor : Arif Oktafian
teror monyet di tembilahan monyet ekor panjang pola serangan monyet di tembilahan korban serangan monyet tembilahan bbksda riau