Tiga Kabupaten Lakukan Pencarian Korban Tenggelam

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:35 WIB
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kepulauan Meranti, Kamis (6/8/2026).(Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti  untuk riau pos)
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kepulauan Meranti, Kamis (6/8/2026).(Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti untuk riau pos)

SELATPANJANG, BANGKINANG DAN SIAK SRIINDRAPURI (RIAUPOS.CO) - KASUS orang tenggelam terjadi di tiga daerah di Provinsi Riau. Yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak. Proses pencarian korban tenggelam masih dilakukan di Kampar dan  Siak. Sementara di Kepulauan Meranti operasi pencarian sudah berakhir dengan dua korban ditemukan meninggal dunia.

Laporan dari Kepulauan Meranti menyebutkan, operasi pencarian dua orang korban kapal pompong tenggelam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, rampung. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua korban meski dalam kondisi meninggal dunia dunia.

Korban pertama, Amirudin (59), warga Kelurahan Sungai Tengah, Kecamatan Merbau, ditemukan pada Rabu (5/8) sekitar pukul 12.25 WIB mengapung di sekitar lokasi kejadian. Sementara korban kedua, Iqbal (25), warga Desa Tanjung Peranap, ditemukan sehari kemudian, Kamis (6/8) sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Sekjen Kemenag RI Bekali Wisudawan UIN Suska Riau

Kepala Basarnas Pekanbaru melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra mengatakan, seluruh korban telah berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian memasuki tahap akhir.

”Korban pertama ditemukan pada hari ketiga pencarian, sedangkan korban kedua ditemukan pada hari keempat operasi SAR. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR telah diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah proses penutupan operasi,” ujar Prima.

Sementara itu, di Kabupaten Kampar, Tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memasuki hari ketiga operasi pencarian korban tenggelam di kawasan Pulau Terap, Kecamatan Kuok, Kamis (6/8) sore. Pencarian berfokus pada penyisiran aliran sungai setelah kondisi umum bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kampar dilaporkan nihil.

Baca Juga: Riau Pos dan Rtv Terima Penghargaan MarkPlus Inc

Korban diketahui bernama Boiko Gulo (25), warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban melompat ke aliran sungai dari atas Jembatan Rantau Berangin pada Selasa (4/8) sekitar pukul 07.30 WIB, setelah sempat menghentikan sepeda motornya di lokasi tersebut. Korban kemudian tenggelam dan hanyut terbawa arus.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar, Ir Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita menyatakan, bahwa meski tidak ada laporan kejadian bencana baru di wilayah Kampar, personel gabungan tetap disiagakan penuh di lapangan untuk merespons insiden ini.

”Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat masih terus mengoptimalkan penyisiran di sepanjang aliran sungai guna menemukan keberadaan korban secepatnya,” ujar Adi Candra.

Baca Juga: Proses Seleksi Calon Pimpinan Baznas Provinsi Riau Dimulai 19 Agustus 

Sedangkan di Kabupa­ten Siak, pencarian korban tenggelam sudah dilakukan dua hari terakhir dan belum membuahkan hasil. Korban tenggelam diketahui seorang pelajar bernama Muhammad Shidqie Saputra (13) di Sungai Jantan atau Sungai Siak. Saat itu korban berenang bersama dua rekannya dan tenggelam.

Kalaksa BPBD Kabupa­ten Siak Novendra Kasmara, mengatakan, dari pagi hingga petang, Kamis (6/8), selain penyelaman yang dibantu oleh warga, timnya dan Basarnas menelusuri aliran sungai mengarah ke Buantan Besar. ”Kami masih terus melakukan pencarian jasad korban,” Sebut Novendra Kasmara.

Bupati Siak Afni Z, sepulang dari Jakarta, langsung turun ke lokasi pencarian korban. Afni mengucapkan duka kepada keluarga korban, dan mendoakan agar korban segera ditemukan.

Baca Juga: Raih Lima Penghargaan PROPER dari KLH, EMP Group Targetkan Peringkat Emas di Masa Mendatang

Bupati berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian korban, baik terhadap masyarakat, Basarnas maupun BPBD Siak. ”Musibah ini menjadi duka kita bersama. Semoga kejadian yang sama dapat dicegah, perlu pengawasan kita bersama,” kata Bupati Afni. (wir/kom/mng/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Selatpanjang, Bangkinang, Siak Sriindrapura

Editor : Arif Oktafian
Kepulauan Merant tenggelam di sungai di riau basarnas pekanbaru korban tenggelam bpbd riau