Helikopter Dauphin Diterjunkan Cari Speed Boat 5 Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:32 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian 5 wartawan atau jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.(SAR/JAWAPOS.COM)
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian 5 wartawan atau jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.(SAR/JAWAPOS.COM)

BANTEN (RIAUPOS.CO) - Hilangnya speed boat yang membawa 5 jurnalis saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga. Pencarian hilangnya speed boat yang membawa 8 penumpang (5 jurnalis, 2 kru dan 1 guide) tersebut dimasifikan dengan menerjunkan armada laut dan udara, pada Kamis (10/9/2026). 

Menurut informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, dimana dalam upaya pencarian kini sedang mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ (HR-3604) ke wilayah Gunung Anak Krakatau. Selain juga upaya pencarian melalui laut menggunakan kapal dengan dukungan seluruh pihak terkait.

Helikopter yang membawa tujuh kru on board lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pukul 12.36 WIB. Helikopter menuju titik pangkalan udara terdekat guna operasi pencarian.

Baca Juga: Korban Cabul Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Siak Bertambah Tiga Lagi

Pengerahan armada udara diambil untuk mengoptimalkan pemantauan dari atas. Keputusan ini diambil seiring diperluasnya area operasi SAR pada hari ketiga pencarian.

Hingga saat ini, delapan korban yang masih dicari terdiri atas kapten kapal, ABK, guide, serta lima jurnalis. Tim SAR Gabungan membagi area penyisiran menjadi enam sektor. Luas area penyisiran mencapai 2.483 nautical mile persegi.

Pencarian besar-besaran ini melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, hingga nelayan setempat. Mereka mengandalkan armada kapal laut dan RIB sebagai sarana pencarian.

Baca Juga: Akhir September, Kabel Semrawut di Jalan Ronggo Warsito Harus Diturunkan 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menegaskan seluruh kekuatan diterjunkan demi menemukan para korban secepatnya.

"Memasuki hari ketiga, kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ujar Al Amrad, Kamis (10/9).

Tantangan Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem di Selat Sunda
Selain helikopter HR-3604 yang dipimpin Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, tim SAR mengandalkan teknologi drone thermal, peralatan SAR air, tim medis, dan sarana komunikasi canggih.

 

Namun, cuaca ekstrem di lapangan menjadi tantangan utama bagi operasi SAR saat ini.

Kondisi Perairan Selat Sunda saat ini dilaporkan cerah berawan tebal. Tiupan angin dari selatan ke utara mencapai 15 knot dengan gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter.

Al Amrad menegaskan meski gelombang tinggi, operasi SAR tetap maksimal dengan prioritas keselamatan tim.

Baca Juga: Dilaporkan Cabuli Santriwati, Tim Satreskrim Polres Siak Bekuk Pengasuh Pondok Pesantren

"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal. Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga," imbuhnya dikutip riaupos.jawapos.com dari jawapos.com. 

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran intensif di Perairan Selat Sunda.

Editor : Eka G Putra
liputan erupsi anak krakatau speed boat jurnalis hilang kontak di anak krakatau pencarian 5 jurnalis di selat sunda lanud atang sendjaja helikopter dauphin