JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Melaksanakan puasa pada 9 hari di bulan Zulhijah dianjurkan atau sunnah dalam agama Islam. Itu berarti, apabila melaksanakannya akan mendapatkan pahala dan akan mendapatkan keutamaan. Akan tetapi jika tidak melaksanakannya, tidak akan mendapatkan dosa.
Terdapat sejumlah keutamaan apabila melaksanakan puasa sunnah pada 9 hari bulan Zulhijah. Beberapa di antaranya pahalanya akan dilipatgandakan, menghapus dosa, hingga pembebasan dari siksa neraka.
Bulan Zulhijah termasuk bulan yang istimewa menurut agama Islam. Bulan ini termasuk 4 bulan yang dimuliakan Allah bersama bulan Zulqaidah, Muharram, dan Rajab. Pada 4 bulan tersebut, diharamkan berperang.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Sunnah Syawal, sebagai Penyempurna Puasa Fardhu di Bulan Suci Ramadan
Sebaliknya pada 4 bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan seperti bersedekah, membaca Al-Qur'an, memperbanyak salawat, berzikir, tobat, memperbanyak salat sunah, dan lain-lain.
Menariknya, terdapat sejumlah peristiwa penting di 10 hari pertama bulan Zulhijah yang perlu diketahui oleh umat Islam. Peristiwa penting tersebut terjadi dan dialami para nabi. Berikut sejumlah peristiwa penting pada 10 hari pertama bulan Zulhijah.
1. Hari Pertama Bulan Zulhijah
Di hari pertama bulan terakhir bulan Qomariyah ini, terdapat peristiwa penting di mana Allah SWT memaafkan Nabi Adam atas kesalahan dan dosa fatal yang telah dilakukannya bersama Siti Hawa. Nabi Adam melakukan dosa dengan mengonsumsi buah larangan yaitu buah khuldi. Kesalahan ini membuat Nabi Adam dan Siti Hawa sampai dikeluarkan dari surga.
Baca Juga: Kisah Kesedihan Nabi Muhammad saat Akan Berpisah dengan Ramadan, Langit, Bumi dan Para Malaikat Ikut Menangis
Dengan melaksanakan puasa di hari pertama bulan Dzulhijjah, diharapkan dosa-dosa kita diampuni sebagaimana Allah memaafkan dosa Nabi Adam.
2. Hari Kedua Bulan Zulhijah
Nabi Yunus diselamatkan Allah dari dalam perut ikan bertepatan dengan hari kedua bulan Zulhijah. Nabi Yunus diketahui sempat terombang ambil di laut lepas dan kemudian ada ikan raksasa menyelamatkannya dengan menelannya. Selama berada di dalam perut ikan, Nabi Yunus banyak meminta ampun kepada Allah. Tobatnya pun diterima dan diselamatkan oleh Allah setelah 40 hari berada di dalam perut ikan.
3. Hari Ketiga Bulan Zulhijah
Pada hari ketiga bulan Zulhijah, Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT supaya memiliki keturunan. Usia Nabi Zakaria pada waktu sudah memasuki 120 tahun. Dengan berpuasa di hari ketiga bulan Zulhijah, diharapkan doa-doa dan keinginan kita dikabulkan Tuhan sebagaimana Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria.
Baca Juga: Sejarah Bangunkan Sahur, Antropolog Unair Sebut Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Muhammad
4. Hari Keempat Bulan Zulhijah
Hari keempat bulan Zulhijah, lahirlah seorang bayi yang kemudian diberi nama Nabi Isa di sudut Kota Batlehem atau Baitullahm. Meski bayinya dalam keadaan sehat, kelahiran Nabi Isa diwarnai kontroversi oleh masyarakat mengingat dia lahir dari rahim ibunya, Maryam, tanpa pernah dijamah oleh laki-laki mana pun.
Dengan melaksanakan ibadah puasa di hari keempat bulan Zulhijah, diharapkan Allah dapat menghilangkan kesedihan dan kesusahan hidup kita. Dan kita dapat dikumpulkan bersama orang-orang mulia di akhirat nanti.
5. Hari Kelima Bulan Zulhijah
Nabi Musa lahir ke dunia pada tanggal 5 bulan Zulhijah. Dia lahir disaat Fir'aun getol membunuh anak laki-laki karena diperkirakan akan menghancurkan kekuasaannya. Namun uniknya, Nabi Musa justru diasuh dan dibesarkan oleh istri Fir'aun dan justru menghancurkan Fir'aun yang dzalim, kejam, dan sombong.
6. Hari Keenam Bulan Zulhijah
Pada tanggal 6 bulan Zulhijah, Allah membuka pintu kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Orang yang berpuasa di hari tersebut, dengan harapan Allah berikan Rahmat dan terhindar dari siksa neraka.
Baca Juga: Disbunak Keswan Pantau Kesehatan Hewan Kurban Kampar
7. Hari Ketujuh Bulan Zulhijah
Allah menutup pintu-pintu neraka. Orang yang melaksanakan puasa pada tanggal tersebut, diharapkan terhindar dari segala hal yang bikin susah, bikin ruwet, dan sengsara. Sebaliknya, dibukakan pintu-pintu yang memudahkan dan menyenangkan.
8. Hari Kedelapan dan Kesembilan Bulan Zulhijah
Nabi Ibrahim selama 3 hari berturut-turut bermimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Awalnya di hari pertama dia ragu apakah perintah itu datangnya dari Allah atau dari setan.
Pada hari kedua atau tanggal 9 Zulhijah, Nabi Ibrahim kembali didatangi perintah untuk menyembelih Ismail dalam mimpinya. Karena mimpi itu datang lagi, pada hari tersebut dia mulai mengetahui bahwa perintah ini memang datangnya dari Allah. Meski hal ini sangat berat, dia pun memantapkan hati dan memberi tahu Ismail perihal perintah tersebut. Dan di luar dugaan, Nabi Ismail yang baru memasuki usia Akil baligh menyatakan rela dan ikhlas disembelih karena itu merupakan perintah Allah SWT.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi