Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Baca Karya Sastra Ternyata Bisa Bikin Anda Lebih Peka dan Manusiawi

Redaksi • Senin, 26 Mei 2025 | 10:41 WIB
Ilustrasi orang membaca buku sastra.
Ilustrasi orang membaca buku sastra.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Membaca karya sastra ternyata bisa bikin Anda jadi manusia yang lebih peduli. Fakta ini diungkap dalam laporan TED Ideas dari seri How to Be a Better Human, yang menunjukkan bahwa jurusan humaniora (termasuk sastra) mengalami penurunan peminat.

Menurut Natalie Phillips, peneliti dari studi literary neuroscience Amerika Serikat, membaca fiksi bukan hanya soal menyerap kata-kata. Ketika Anda membaca cerita yang emosional atau mendebarkan, seperti karakter berlari di hutan atau mencium aroma kopi, bagian otak yang mengatur gerak dan penciuman ikut aktif, seolah-olah kamu benar-benar mengalami hal itu.

Di Amerika Serikat, hanya seperempat lulusan dari perguruan tinggi liberal arts yang memilih bidang humaniora. Padahal, dulu sempat menyentuh sepertiga.

Menariknya, tren ini beriringan dengan penurunan empati. Sebuah studi terhadap 15 ribu mahasiswa menemukan bahwa tingkat empati generasi sekarang menurun hingga 40 persen dibanding generasi sebelumnya.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pembaca fiksi cenderung lebih peka membaca ekspresi wajah. Mereka terbiasa "membaca pikiran" karakter dalam cerita, sehingga lebih terlatih memahami orang lain di dunia nyata.

Contohnya, dalam studi yang dilakukan oleh Dan Johnson, peserta yang membaca kutipan novel dari sudut pandang perempuan Muslim-Amerika menunjukkan penurunan bias rasial. Sebaliknya, peserta yang hanya membaca versi ringkasan fakta justru lebih cepat menilai negatif wajah yang tampak "asing".

Bukan cuma orang dewasa, anak-anak pun bisa dipengaruhi. Di Italia, siswa yang membaca bagian Harry Potter yang membahas diskriminasi menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap imigran dibanding siswa lain yang membaca bagian netral.

Seperti kata James Baldwin, "Kau pikir rasa sakit dan patah hatimu begitu unik, sampai kau membaca". Sebab pada saat kamu membaca, kamu bukan hanya menemukan kisah orang lain, namun kamu juga bisa menemukan versi terbaik dari dirimu sendiri.

Jadi, membaca sebenarnya tidak hanya berkutat pada tujuan untuk menambah kosa kata atau kelulusan tugas sekolah. Buku-buku sastra justru bisa melatih kita menjadi pribadi yang lebih empatik, lebih menghargai perbedaan, dan tentu saja, lebih manusiawi.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#karya sastra #Humaniora #empati