Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kampung Nyamuk Diusulkan Jadi Nama Kelurahan atau Kecamatan

Hary B Koriun • Minggu, 27 April 2025 | 22:15 WIB
Para peserta Bincang Buku Kampung Nyamuk: Percikan Sejarah Rakyat Pekanbaru, menunjukkan buku yang didiskusikan di Perpustakaan Tennas Effendy, Sabtu (26/4/2025).
Para peserta Bincang Buku Kampung Nyamuk: Percikan Sejarah Rakyat Pekanbaru, menunjukkan buku yang didiskusikan di Perpustakaan Tennas Effendy, Sabtu (26/4/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Bincang Buku Kampung Nyamuk: Percikan Sejarah Rakyat Pekanbaru berlangsung dinamis. Lantai 3 Perpustakaan Tennas Effendy penuh dengan dihadiri lebih dari 100 peserta diskusi buku yang dilaksanakan Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru bersama Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru, Sabtu (26/4).

Usulan menarik disampaikan oleh tokoh masyarakat Kampung Nyamuk, Ali Umar Bakri. Mengingat kawasan ini nyaris dilupakan, dia mengusulkan nama Kampung Nyamuk jadi kelurahan atau bahkan kecamatan di Pekanbaru.

“Selayaknya jadi paling tidak nama kelurahan,” ujar Ali Umar Bakri.

Kampung Nyamuk sering dianggap selama ini sama dengan Kompleks Nyamuk yang baru ada pada tahun 1960.

Padahal, seperti disampaikan penulis buku Kampung Nyamuk, Muhammad Amin, nama Perhentian Njamoek sudah termaktub dalam peta KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkund) Universitas Leiden 1903. Selain Perhentian Njamoek, ada juga nama-nama lainnya seperti Koebang, Tangkerang, Air Dingin, hingga Moearo Poejan.

Pada 1932, dari peta yang dikeluarkan KITLV Universitas Leiden, ada juga nama Onderneming (Og)/Perkebunan Soekadjadi hingga Og Tjintaradja.

Nama-nama itu saat ini telah menjadi nama kecamatan dan kelurahan di Pekanbaru. Tapi tidak dengan Perhentian Njamoek.

Hanya jadi sebuah nama kompleks pemda, dan itu pun salah kaprah.

Usulan lebih kuat disampaikan peserta diskusi buku AZ Fakhri Yasin. Menurutnya, buku ini sangat penting bagi khazanah Pekanbaru.

“Akan jadi sia-sia jika pimpinan daerah tidak tahu. Wali kota dan pimpinan dewan harus disampaikan tentang Kampung Nyamuk dan pentingnya kawasan ini bagi sejarah kota ini,” ujar Fakhri Yasin.

 

Bincang buku dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru Erna Juita.

Dua pemantik diskusi yang tampil adalah Bambang Kariyawan dari Forum Lingkar Pena (FLP) pusat dan pemimpin Book Party Pekanbaru Izul Adib.

Keduanya memberikan apresiasi atas penulisan buku ini.(hbk)

 

Editor : Edwar Yaman
#nama kelurahan #bedah buku #Sejarah rakyat pekanbaru #bincang buku #Kelurahan di pekanbaru #Perpustakaan Tennas Effendy #Buku Kampung Nyamuk #Kampung nyamuk diusulkan jadi nama kelurahan #kampung nyamuk #Buku m amin