PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pagi di sekolah biasanya identik dengan suara siswa bercanda, membuka buku, dan bersiap mengikuti pelajaran. Namun, beberapa hari terakhir suasana itu terasa sedikit berbeda.
Di tengah udara Kota Pekanbaru yang masih diselimuti asap, masker menjadi benda yang tak kalah penting dari buku dan alat tulis.
Siswa SD dan SMP tetap datang ke sekolah dan mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Hanya saja, kali ini sebagian besar dari mereka harus menambahkan satu perlengkapan lagi sebelum berangkat dari rumah, yakni masker.
Baca Juga: Kabel Jaringan Dipindah ke Bawah Tanah, Pemko Minta Aspal Tak Rusak
Di SMPN 42 Pekanbaru, Arahman, salah seorang siswa, mengaku sudah terbiasa menggunakan masker selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.
"Pakai masker supaya lebih aman. Walaupun agak kurang nyaman, tetap belajar seperti biasa," ujarnya.
Masker memang bukan perlengkapan yang membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan. Namun, bagi siswa, benda itu menjadi salah satu cara untuk tetap bisa beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.
Baca Juga: 70 Bikers Hobiku Ikuti Kegiatan Safety Riding dan Edukasi Keselamatan
Hal yang sama terlihat di SDN 191 Pekanbaru. Sejumlah siswa datang mengenakan masker, meski masih ada pula yang tidak menggunakannya. Bagi sebagian siswa, mengenakan masker selama berada di dalam kelas ternyata bukan perkara mudah.
"Kurang nyaman memang di kelas pakai masker," kata Hani, siswa SDN 191 Pekanbaru.
Mereka berharap asap segera hilang dan kegiatan sekolah kembali berlangsung dengan udara yang lebih nyaman.
Baca Juga: Bupati Bengkalis Serahkan Hibah Aset Daerah ke Polres Bengkalis
Irwan, salah seorang orang tua siswa, mengatakan anak-anak tetap membutuhkan pendidikan dan aktivitas seperti biasa. Namun, kondisi kesehatan juga tidak boleh diabaikan.
"Harapannya asapnya cepat hilang. Anak tetap sekolah, tapi jangan sampai masker lebih sering dipakai," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Baca Juga: Kata Menkeu Usai Dilantik Gantikan Purbaya pada Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Profil Suahasil
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan hingga saat ini tidak terdapat hotspot atau titik api di wilayah Kota Pekanbaru. Asap yang dirasakan masyarakat diduga berasal dari wilayah lain yang terbawa arah angin.
"Itu hilang timbul. Kalau bisa mengurangi aktivitas di luar ruangan, kalau aktivitas di luar rumah pakai masker," kata Markarius Anwar.
Menurutnya, kondisi kabut asap tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh.
Baca Juga: Pemkab Inhil Percepat Penyelesaian Islamic Center
Imbauan menjaga kesehatan menjadi penting, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap dampak kualitas udara.(ilo)
Editor : M. Erizal