DUMAI (RIAUPOS.CO) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau Kepri yang berada Kota Dumai kembali menerima 5.000 ton beras impor dari Thailand, Selasa (10/1). Masuknya beras impor untuk Bulog Kota Dumai ini merupakan yang kedua. Sebelumnya telah masuk 4.800 ton beras asal Myanmar.
Impor beras melalui Pelabuhan Indonesia Dumai, dimulai pada Senin (2/1). Pemerintah Indonesia kembali membuka keran impor beras di 2023. Dan Kota Dumai menjadi salah pintu masuk impor beras tersebut.
Masuknya beras impor dari Thailand ini ditinjau oleh Pemimpin Wilayah (Pemwil) Perusahan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Riau-Kepri, Basirun didampingi Pemimpin Cabang Bulog Dumai Faisal. Terlihat juga Kepala BC Dumai, Ristola SI Nainggolan.
Pemwil Bulog Riau-Kepri, Basirun mengungkapkan, peran Bulog pada impor beras ini sebagai pelaksana kebijakan. Menurutnya, kebijakan membuka kembali keran impor beras ini karena semakin menipisnya beras cadangan pemerintah secara nasional. Dan belum panen padi di sejumlah daerah di tanah air.
Keran impor lewat Pelabuhan Dumai ini, tambah Basirun, terakhir dilakukan pada 2018. Secara nasional pemerintah menargetkan impor beras sebanyak 500 ribu ton melalui sejumlah pintu masuk.
''Jadi total keseluruhannya ada 9.800 ton beras impor yang masuk melalui Pelabuhan Dumai. Dan disimpan di Gudang Bulog Dumai,'' jelasnya lagi.
Basirun menerangkan, memasuki awal tahun 2023, stok beras atau cadangan beras pemerintah (CBP) menipis. Bulog Riau Kepri hanya memiliki sekitar 6 ribuan ton pada akhir 2022.
Diakuinya, stok terbatas ini dikhawatirkan bisa mengganggu CBP untuk stabilisasi harga, kebutuhan pemerintah daerah dan dukungan ketika ada situasi bencana alam.
Diakuinya, setelah masuk 9.800 ton beras impor asal Myanmar dan Thailand ini, tentunya akan memperkuat stok untuk ketahanan pangan. Sekaligus bisa mencukupi kebutuhan beras pemerintah hingga enam bulan ke depan.
''Beras dibongkar selanjutnya disimpan di gudang dan disalurkan ke beberapa daerah di Riau Kepri. Cadangan kita akan semakin aman guna kebutuhan melakukan operasi pasar, untuk bencana alam dan memenuhi permintaan pemerintah daerah,'' sebutnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, kapasitas gudang Bulog Dumai sekitar 15 ribu ton. Sementara stok beras yang ada sekitar 300 ton. Dengan masuknya 9.800 ton beras impor masih bisa ditampung.
Basirun mengaku, kualitas beras impor dari Myanmar maupun Thailand merupakan kualitas premium dengan tingkat kerusakan atau broken biji beras di bawah 5 persen. Artinya, sangat layak dikonsumsi oleh masyarakat.
''Impor beras ini juga bertujuan untuk mengendalikan harga pasar, di saat harga beras mengalami kenaikan. Dan beras impor ini juga untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog Wilayah Riau Kepri,'' pungkasnya.(mx12/rpg)
Editor : Koran Riau Pos