DUMAI (RIAUPOS.CO) - Keberhasilan dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKB) tidak terlepas dari keterlibatan dan dukungan dari semua pihak. Yakni mulai dari keluarga, petugas kesehatan termasuk unsur masyarakat. Untuk itu, kerja sama yang telah terjalin untuk dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa-masa mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Dumai Leni Ramaini SKM, Selasa (13/2) ketika menghadiri pertemuan evaluasi penguatan tupoksi tenaga kesehatan, dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan pencegahan stunting (tengkes) serta pembinaan posyandu pada 2024 di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung.
"Kami dari TP PKK Dumai bersama Dinas Kesehatan terus melakukan upaya-upaya untuk menurunkan AKI dan AKB dan stunting. Termasuk melakukan pembinaan terhadap semua posyandu,'' kata Leni.
Berkaitan dengan itu, tambah Leni, diharapkan semua unsur terkait untuk dapat menyamakan persepsi dengan kader posyandu dalam pencatatan dan pelaporan Sistem Informasi Posyandu (SIP). ''Tenaga kesehatan di lapangan menjadi pembina dan pembimbing bagi kader di posyandu,'' kata Leni.
Selain itu, Leni juga mengajak semua tenaga kesehatan untuk dapat bekerja dengan ikhlas. Dengan mengedepankan rasa ikhlas diharapkan menjadi berkah untuk Kota Dumai. "Bekerjalah dengan ikhlas sehingga apa yang dikerjakan menjadi berkah untuk kita,'' kata Leni. Sementara, pertemuan yang telah digelar tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para tenaga kesehatan yang ada di Kota Dumai. Kegiatan tersebut turut dihadiri bidan kelurahan, bidan koordinator, tenaga pelaksana gizi serta unsur lainnya.(sah)
Editor : RP Arif Oktafian