Menjelang tengah hari, suasana yang semula hening di pintu masuk pasar tradisional Pasar Senggol yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kota Dumai, Sabtu (1/6) dalam waktu sekejap berubah menjadi lautan manusia. Lautan manusia itu semakin bertambah seiring keluarnya Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo dari Pasar tradisional Pasar Senggol untuk menyapa warganya yang ada di Dumai.
DUMAI (RIAUPOS.CO) - ‘’Pak Jokowi. Pak Jokowi. Pak Jokowi,’’ teriakan warga yang datang dari berbagai arah dan memanggil nama presiden. Jokowi tetap membalas dengan senyuman serta sesekali menyalami warganya sambil membagikan baju kaus. Sesekali Jokowi turut membagikan sembako.
Di tengah kesibukannya menyalami dan menyapa warga yang ada di Dumai, ternyata pandangan Jokowi juga tertuju pada seorang ibu bernama Tuti berusia sekitar 55 tahun bersama anak laki-laki yang sudah remaja. Saat itu,Tuti yang mendampingi anak lajangnya itu membawa sepotong kertas bertuliskan “I Love You Pak Jokowi”.
‘’Yang membawa tulisan itu ke sini,’’ kata Jokowi memanggil Tuti bersama anak lajang. Sontak ibu ini meloncat kegirangan dan langsung menembus rapatnya dinding Paspampres dengan mudah dan bisa langsung bertemu dengan Jokowi secara dekat.
Tuti dan anaknyapun terus bergerak mendekat dan menyodorkan sepotong kertas putih polos untuk dibubuhkan tanda tangan. Jokowi pun langsung membubuhkan tanda tangan serta memberikan baju kaos dan tas berisikan sembako.
‘’Terima kasih Pak Jokowi. Terima kasih,’’ ungkap Tuti penuh haru.
Keberhasilan Tuti bersama anak lajangnya ini memang merupakan suatu usaha kerja keras. Betapa tidak, Tuti sudah tiga hari menunggu kedatangan Presiden. Malahan, di mana Presiden melangkah dan bergerak dari satu tempat ke lokasi lain, selalu diikutinya.
‘’Ke mana saja bapak bergerak, saya ikuti. Dan ternyata berhasil bertemu secara langsung. Bisa salaman dan dapat kenang-kenangan dari Presiden. Ini yang buat saya senang,’’ kata Tuti.
Rasa haru bercampur senang dan girang juga terpancar dari raut wajah Umi, berusia 39 tahun warga Jalan Jenderal Sudirman, Dumai. Betapa tidak, di tengah masyarakat merangsek masuk dan penuh desak-desakan agar bisa mendekat dan bertemu dengan Jokowi, Umi hanya memandangnya dari kejauhan.
‘’Rasanya ingin juga ikut, cuma kan tidak mungkin. Saya lagi gendong anak kecil,’’ kata Umi tersenyum lepas melihat baju kaus yang didapatkannya.
Baju kaos yang didapatkan ini Umi ternyata tidak pernah diduga dan dibayangkan sama sekali. ‘’Dari balik kerumunan orang, Pak Jokowi melayangkan beberapa bungkus berisikan baju. Alhamdulillah, salah satunya mengarah ke saya,’’ kata Umi seraya menambahkan meskipun tidak sempat berjabat tangan dapatkan baju kausnya sudah lumayan senang.
Perasaan senang lainnya juga diperlihatkan oleh Sarah berusia 40 tahun warga Sultan Syarif Kasim. Malahan, Sarah terus-menerus tertawa dan tersenyum kecil sambil melihat baju kaus berwarna hitam yang didapatkan secara langsung dari Jokowi.
‘’Senangnya hati ini. Dapat baju, bisa salaman dengan presiden lagi,’’ kata Sarah.
Sarah semula tidak berharap banyak untuk mendapatkan baju kaus itu. Makanya dirinya hanya memilih diam di tempat sambil terus mengunakan telpon genggamnya untuk mengambil visual. ‘’Setelah agak jauh, Pak Jokowi bergerak ke sebelah saya. Lantaran jaraknya dekat betul, saya minta salaman dan diberi baju,’’ kata Sarah.***
Editor : RP Bayu Saputra