Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bahasa Melayu Riau Masuk dalam Program Merdeka Belajar di Dumai

Harry B Koriun • Selasa, 11 Juni 2024 | 18:35 WIB

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Bahasa Melayu Riau mauk dalam program pelestarian bahasa daerah yang dilakukan oleh Pemko Dumai, yakni melalui progam Merdeka Belajar di setiap sekolah. Pada 7 Juni 2024 lalu, langkah ini sudah ditunjukkan dalam bentuk peluncuran program penggunaan bahasa Melayu oleh Wali Kota Dumai H Paisal.

Sekda Kota Dumai H Indra Gunawan (kiri) saat memberikan pemaparan ketika membuka acara Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah di Kota Dumai, Selasa (11/6/2024).
Sekda Kota Dumai H Indra Gunawan (kiri) saat memberikan pemaparan ketika membuka acara Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah di Kota Dumai, Selasa (11/6/2024).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kadisdikbud Kota Dumai Hj Yusmanidar MSi menjelaskan bahwa hal itu penting dilakukan agar bahasa Melayu Riau tetap eksis di rumah sendiri. Kadisdikbud Dumai menjelaskan hal itu pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Bahasa Melayu Riau di Dumai, Selasa (11/6/2024).

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Dumai yang diwakili Sekdako Dumai H Indra Gunawan MSi menyatakan dukungannya terhadap upaya revitalisasi bahasa daerah Melayu Riau.

“Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Riau saat ini, sangat sejalan dengan program Pemko Dumai,” kata Sekdako menyampaikan pesan Wali Kota Dumai.

Wako Dumai berharap upaya tersebut akan memberikan sumbangan signifikan dalam upaya melindungi dan mengelola bahasa sebagai kekayaan dan kekuatan untuk memperkukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami akan bekerja keras untuk program ini berjalan dengan baik di Dumai," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Toha Machsum MAg, menjelaskan, kegiatan RBD dilakukan di 4 kabupaten/kota di Riau pada tahun 2024 ini oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Keempat daerah tersebut adalah Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hulu, Kampar, dan Kepulauan Meranti.

Toha juga memberikan apresiasinya kepada Pemko Dumai yang sudah mendukung kegiatan ini. Menurutnya, apa yang disampaikan Sekdako dan Kadisdikbud Dumai adalah berita menggembirakan bagi masyarakat karena bahasa daerah harus terus dibina dan dipertahankan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Inilah pemerintah daerah yang mendukung dalam upaya pelestarian bahasa daerah di Riau. Semoga ini juga diikuti oleh pemerintah daerah lain, sebagai bentuk bahwa pelestarian bahasa daerah adalah tangung jawab bersama,” kata Toha di dahadapan 65 peserta Bimtek dari kalangan pengawas, kepala sekolah, guru SD dan SMP Kota Dumai.

Toha berharap, peserta Bimtek Revitaliasi Bahasa Daerah bisa menerapkan atau mengimbaskan tujuh mata saji (lomba) kepada guru dan siswa di sekolah masing-masing.
Tujuh mata lomba tersebut adalah bahasa Melayu Riau berbasis cerpen, puisi, aksara Arab Melayu, komedi tunggal, syair, mendongeng, dan pidato.

Sebanyak tujuh mata lomba tersebut dijabarkan dengan rinci dalam setiap materi yang dipaparkan oleh narasumber dalam Bimtek Pengajar Utama RBD di Kota Dumai yang berlangsung dari tanggal 11-15 Juni 2024.

Setelah acara Bimtek, akan ada acara lanjutan yang akan dilakukan oleh peserta Bimtek, yaitu pengimbasan ke siswa dan guru di sekolah masing-masing. Selanjutnya ada acara puncak, yaitu Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kota/kabupaten dan provinsi yang akan diadakan pada tahun 2024. Semua cabang lomba di FTBI menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa Melayu Riau.

Toha juga menekankan bahwa pelindungan bahasa daerah menjadi program priortas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek pada beberapa tahun terakhir.

Sebagai narasumber dalam acara Bimtek pola 40 jam ini adalah Toha Machsum, Riski Pauzi, Syahrul Affandi, Datuk Alfala, Griven H Putera, dan Latif Hasyim. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan modul sebagai panduan dalam pengimbasan di sekolah, sertifikat pola 40 jam, uang transpor, dan souvenir.

Laporan: Hary B Koriun

Editor : RP Edwir Sulaiman
#balai bahasa #dinas pendidikan #revitalisasi #bahasa melayu #sekda dumai