DUMAI (RIAUPOS.CO) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung berkunjung ke Kota Dumai untuk meninjau Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Dumai di Jalan Putri Tujuh, Kecamatan Dumai Timur, Jumat (27/12/2024) sore. Dari kunjungan itu, BBM yang diproduksi Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai dinilai mampu memenuhi kebutuhan secara nasional.
''Kehadiran kami di Dumai ini untuk meninjau dan melihat secara langsung kondisi KPI RU II Dumai ini,'' kata Yuliot yang ditemui awak media usai melakukan pertemuan terbatas di KPI RU II Dumai, Jumat (27/12/2024) sore.
KPI RU II Dumai ini, menurut Yuliot merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak dan petrokimia yang dimiliki PT Kilang Pertamina Internasional, anak perusahaan PT Pertamina (Persero).
''Kilang ini terletak di Dumai dan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 170 MBSD (Million Barel Steam per Day),'' kata Yuliot.
Produk yang dihasilkan oleh KPI RU II Dumai, tambah Yuliot, berupa BBM seperti pertalite dan solar serta lainnya.
''Kilang ini juga berperan penting dalam memasok bahan bakar dan avtur serta mendukung kebutuhan nasional,'' kata Yuliot seraya menambahkan mampu mengolah 170 MBSD dapat memenuhi kebutuhan nasional.
Sedangkan bahan baku yang diolah di KPI RU II Dumai ini, tambah Yuliot, sebagian berasal dari daerah terdekat seperti Rokan dan lainnya.
''Dan dari pengecekan secara langsung inilah, kita mengetahui bahwa kualitas bahan bakunya cukup bagus dan bisa untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,'' kata Yuliot.
Yuliot memberikan apresiasi kepada KPI RU II Dumai. Di mana, pihak KPI RU II Dumai cukup antisipatif dalam menjawab tingginya permintaan BBM, khususnya solar saat menjelang Natal kemarin. Dengan antisipatif KPI RU II Dumai tersebut permintaan solar justru dapat teratasi.
''Memang waktu itu terjadi peningkatan permintaan terhadap solar. Dan itu semua sudah terpenuhi. Intinya produksi disesuaikan dengan permintaan,'' kata Yuliot.(sah)
Editor : RP Edwar Yaman