DUMAI (RIAUPOS.CO) -- Di hari pertama Imlek di shio ular tahun 2025 ini, Rabu (29/1/2025), satu persatu warga Tionghoa di Kota Dumai mendatangi Kelenteng Hock Liong Kiong yang berada di Jalan Kelakap Tujuh, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan. Kehadiran warga Tionghoa di kelenteng tersebut untuk melaksanakan ritual dan memohon doa.
Seperti yang dilakukan oleh Santi (54) warga Tionghoa asal Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat. "Melaksanakan ritual di hari pertama Imlek ini boleh dikatakan sudah menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan setiap tahun," kata Santi.
Di Kelenteng Hock Liong Kiong ini, tambah Santi, hanya melaksanakan ritual dan memohon doa. "Harapan kita mungkin sama seperti yang lainnya. Yakni mengharapkan keselamatan dan umur panjang serta kemurahan rezeki," kata Santi seraya menambahkan semoga usaha yang dilaksanakan berjalan lancar.
Hal senada juga diungkapkan oleh warga Tionghoa, Johan (50) yang beralamatkan di Kelurahan Bukit Timah. Johan melakukan ritual di Kelenteng Hock Liong Kiong bersama keluarganya. "Ini baru saja selesai memanjatkan doa," kata Johan.
Permohonan doa yang dilakukan ini, tambah Johan, umumnya menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan di rumah. "Dalam berdoa itu, kita minta yang baik-baik saja. Semoga semuanya baik dan bagus," kata Johan.
Sekretaris Yayasan Kelenteng Hock Liong Kiong, Syamsuddin Wongso menjelaskan, kegiatan ritual yang dilaksanakan oleh warga pada hari pertama Imlek tersebut dimulai dari pagi hingga malam hari. "Apa saja ritual dan doanya itu semua tergantung dari keinginan masing-masing," kata Syamsuddin.
Selain itu, lanjut Syamsuddin, pihaknya sudah menyiapkan beberapa kegiatan yang bakal dilaksanakan untuk memeriahkan Imlek. Diantaranya adanya hiburan serta kegiatan lainnya. "Kita ada kegiatan yang segera dilaksanakan yang dilakukan bertepatan dengan ulang tahun dewa Ching Cui Co She," kata Syamsuddin.
Di sisi lainnya, di hari pertama pelaksanaan Imlek, ada sedikit pemandangan yang berbeda bila dibandingkan dengan sebelumnya. Dimana, sejumlah tempat usaha seperti toko maupun kedai kelontong yang dikelola oleh warga Tionghoa ternyata tutup buat sementara waktu.
Warti (55) warga Jalan Kelakap Tujuh, Kecamatan Dumai Selatan misalnya, sempat heran ketika mendatangi kedai kelontong yang dikelola warga Tionghoa terlihat tutup. Padahal suasana sudah menunjukan waktu menjelang tengah hari.
"Semula kaget juga. Lho kok kedainya tutup. Padahal hari sudah siang. O iya, ada Imlek," kata Warti baru ingat kalau Rabu (29/1/2025) adalah Imlek di hari pertama sambil tersenyum kecil meninggal kedai kelontong yang tutup itu.
Editor : Rinaldi