Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Dumai Berlebaran di Tengah Banjir Air Pasang, Jalan Budi Kemuliaan Terendam di Malam Takbiran

Syahri Ramlan • Senin, 31 Maret 2025 | 15:15 WIB
Jalan Budi Kemuliaan Kota Dumai, Ahad (30/3/2025) malam saat malam takbiran Idulfitri terendam banjir air pasang atau banjir rob.
Jalan Budi Kemuliaan Kota Dumai, Ahad (30/3/2025) malam saat malam takbiran Idulfitri terendam banjir air pasang atau banjir rob.

 

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Sebagian masyarakat di wilayah Kota Dumai terutama di sekitar pesisir pantai maupun sepanjang aliran sungai, Senin (31/3/2025) berlebaran Idulfitri di tengah banjir air pasang atau rob.

Banjir air pasang yang sudah memasuki hari ke tiga ini, dinilai sangat tinggi yang membuat cakupan terendam semakin meluas.

Banjir air pasang yang muncul diwaktu malam dan pagi di hari ketiga, sebagian warga menilai sangat tinggi. Buktinya, Jalan Budi Kemuliaan yang berada di Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota turut terendam.

Ketinggian airnya yang merendami ruas badan jalan di Jalan Budi Kemuliaan hingga mencapai batas mata kaki orang dewasa.

Giliran masyarakat yang kebetulan melintas di Jalan Budi Kemuliaan baik roda empat maupun roda tida dan roda dua harus memperlambat laju kendaraannya.

''Pas malam takbiran, kami mengajak keluarga jalan-jalan pakai mobil. Sampai di Jalan Budi Kemuliaan, kami sedikit terkejut lantaran jalannya sedang terendam banjir pasang,'' kata Dermawan (45) warga Jalan Jenderal Sudirman yang sedang melintas di Jalan Budi Kemuliaan.

Usai melintas di jalan yang sedang terendam banjir, tambah Dermawan, dirinya langsung membawa kendaraan roda empatnya untuk segera dicuci.

''Banjir air pasang itu kan asin. Kalau tidak dicuci, dikuatirkan kendaraan kita bisa berkarat. Jadi supaya jangan berkarat, harus dicuci,'' kata Dermawan.

Sementara, masyarakat yang kebetulan menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda tiga sebagian besar memilih untuk menghindari jalanan yang sedang terendam banjir air pasang. Karena, banjir air pasang tersebut asin dan bisa membuat kendaraan berkarat.

''Tidak nyaman membawa kendaraan melintas di jalan yang sedang terendam air pasang. Bagusnya kira cari jalan alternatif,'' kata Zuleha (44) warga Kelurahan Rimba Sekampung.

Hanya saja, lanjut Zuleha, ada juga sebagian masyarakat yang terpaksa harus merobos atau melintas di jalanan yang sedang terendam banjir air pasang.

''Kalaupun menerobos, biasanya tujuannya memang di sana,'' kata Zuleha seraya menambahkan setelah melintas di jalanan terendam banjir air pasang kendaraannya langsung dibasuh.

Kendati sedang ada banjir air pasang, namun masyarakat yang ada di kota Dumai tetap bersemangat untuk berlebaran Idulfitri.

Giliran, kegiatan saling mengunjungi sanak keluarga silih berganti yang dilakukan pada hari pertama lebaran Idulfitri 1446 H.

Salah seorang warga Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Duma Barat, Mila (50) menjelaskan kendati sedang ada banjir air pasang, namun kegiatan saling berkunjung pada lebaran Idulfitri tetap bisa dilakukan. Salah satunya dengan mensiasati muncul banjir air pasang.

''Kalau pagi, banjir air pasang itu muncul sekitar pukul 06.00 wib. Namun sekitar jam 09.00 wib, pasang air laut sudah surut. Jadi, kita bisa berlebaran mulai jam 10.00 wib ke atas,'' kata Mila.

Sedangkan malamnya, lanjut Mila, pasang air laut muncul sekitar pukul 18.00 wib. Kemudian, sekitar pukul 21.00 wib, pasang kembali surut. ''Jadi, kita jalan-jalan lebaran dilakukan saat genangan air pasang sudah surut,'' kata Mila.

Kepala Pelaksana BPBD Dumai, Irawan Sukma AP MSi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Joko Susilo yang dihubungi Riaupos.co, Senin (31/3/2025) mengimbau masyarakat khususnya yang terdapat dengan banjir air pasang atau rob untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Karena, banjir air pasang dalam kategori genangan yang tinggi tersebut diprediksi sampai pada hari kedua lebaran.

Salah satu imbauan dari BPBD Dumai yakni agar masyarakat terutama yang berada di daerah terdampak banjir air pasang untuk senantiasa menjaga dan mengawasi anak-anaknya bermain di luar. Terutama saat datangnya banjir air pasang.

''Kami mengharapkan agar masyarakat untuk dapat terus berhati-hati. Baik terhadap keluarganya maupun binatang seperti ular yang turut ikut terseret arus air sewaktu pasang,'' kata Joko. (sah)

Editor : M. Erizal
#dumai #Banjir pasang di dumai #dumai banjir