Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Luas Lahan Terbakar di Dumai Capai 12,7 Hektare, Tersebar di Tiga Lokasi

Syahri Ramlan • Minggu, 15 Juni 2025 | 17:45 WIB
Kegiatan pendinginan dilakukan oleh satgas Karhutla di daerah Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan.
Kegiatan pendinginan dilakukan oleh satgas Karhutla di daerah Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan.

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Lahan dengan varietas gambut dan semak belukar yang terbakar di wilayah Kota Dumai, hingga kemarin luasnya telah mencapai 12,7 hektare. Belasan hektare lahan yang terbakar ini, umumnya tersebar di tiga lokasi rawan Karhutla di wilayah Kota Dumai.

Ketiga lokasi ditemukannya titik panas tersebut yakni terdapat di Jalan Lintas Mampu Jaya RT 01, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan. Kondisi lahan yang terbakar berupa vegetasi gambut dan semak belukar dengan luas mencapai 6 hektare.

Lokasi berikutnya yakni terdapat di Jalan Rejosari RT 06, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan. Luas lahan yang terbakar mencapai 6 hektare dengan vegetasi semak belukar dan rawa gambut.

Titik panas berikutnya ditemukan di Jalan M Yamin RT 01, Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat. Lahan yang terbakar luasnya mencapai 0,7 hektare. Lahannya berupa gambut vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan rawa.

Tim Satuan Tugas Karhutla terdiri dari unsur BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak kecamatan dan kelurahan serta masyarakat bersama perusahaan bahu membahu melakukan pemadaman terhadap tiga titik panas tersebut.

Sejumlah sarana dan prasarana guna mendukung kelancaran pemadaman Karhutla turut dikerahkan ke tiga lokasi.

Sementara, dalam upaya penanggulangan di lapangan, tim Satgas Karhutla menemukan sejumlah hambatan dan kendala. Seperti, minimnya sumber air yang berada di sekitar lokasi Karhutla. Karena, kondisi kanal maupun parit yang berada di lokasi banyak yang mengering lantaran sudah masuknya musim kemarau.

Kendala lainnya, yakni lokasi Karhutla yang ditemukan di lapangan, terkadang berada jauh dan sulit dijangkau.

Selain itu, kondisi cuaca yang panas terik dan kencangnya tiupan angin juga menjadi kendala tersendiri. Dimana, titik panas yang sempat dipadamkan mendapatkan tiupan angin dapat membuat api membesar.

''Upaya pemadaman terhadap semua titik panas itu sudah terus dilakukan oleh tim Satgas Karhutla,'' kata Kepala Pelaksana BPBD Dumai, Irawan Sukma AP Msi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Joko Susilo yang dihubungi Riau Pos, Ahad (15/6) di Dumai.

Giliran, tambah Joko, untuk titik panas yang terdapat di dua lokasi khususnya di Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, sudah boleh dikatakan tidak ada. ''Yang ada saat ini, hanya titik asap. Sehingga, kegiatan pendinginan di dua lokasi itu, masih terus dilakukan,'' kata Joko.

Kegiatan pendinginan di dua lokasi ini, lanjut Joko, dilaksanakan oleh Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Ruas Utama Jaya bersama tim Satgas Karhutla Dumai.

''Direncanakan kegiatan pendinginan segera dilanjutkan Senin (16/6/2025) ini,'' kata Joko.

Khusus untuk titik panas yang muncul di Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat, lanjut Joko, kondisinya sudah berhasil dipadamkan secara tuntas. ''Artinya di Kelurahan Bagan Keladi itu, titik panas dan asap sudah tidak ditemukan lagi. Sudah padam secara tuntas,'' kata Joko.

Seiring dengan kondisi cuaca yang panas terik serta kencangnya tiupan angin, lanjut Joko, upaya pencegahan semakin terus diintensifkan. Terutama di daerah-daerah rawan terhadap munculnya Karhutla.

''Harapan mari kita jaga alam ini dari kerusakan. Jangan bersihkan maupun buka lahan dengan cara membakar secara terbuka,'' kata Joko seraya menambahkan kalau Karhutla sudah muncul, biasanya sulit ditangani secara cepat. (sah)

Editor : M. Erizal
#pendinginan karhutla #karhutla dumai