BI dan TNI AL Edarkan Rupiah ke Lima Pulau

Siti Azura • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:34 WIB
Bank Indonesia (BI) Bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) saat pelepasan kapal Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 Dumai, belum lama ini.
Bank Indonesia (BI) Bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) saat pelepasan kapal Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 Dumai, belum lama ini.

 

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memperkuat sinergi dalam menjaga kedaulatan rupiah melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Tahun ini, kegiatan tersebut diperluas dengan target menjangkau 97 pulau di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Indonesia. 

Untuk wilayah Provinsi Riau, ERB 2026 berlangsung pada 21-27 Juli 2026 de­ngan menyasar lima pulau, yakni Pulau Rupat, Bengkalis, Mendol, Guntung, dan Tebing Tinggi. Ekspedisi ini menggunakan KRI Lepu-861 dengan membawa modal kerja sebesar Rp8 miliar untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar bagi masyarakat. Pelepasan ERB 2026 Provinsi Riau ditandai dengan keberangkatan KRI Lepu-861 dari Mako Lanal Dumai, belum lama ini.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau Panji Achmad mengatakan, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Bank Indonesia, dan Undang-Undang Mata Uang, BI memiliki tugas dan kewenangan untuk mengeluarkan dan mengedarkan rupiah.

Baca Juga: Pemuda di Dumai Tewas Diserang Buaya saat Memancing

”Bank Indonesia ditugaskan untuk memastikan uang rupiah layak edar senantiasa tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masya­rakat di seluruh wilayah NKRI, dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai,” ujar Panji. 

Namun, menurut Panji, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau serta keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri dalam mendistribusikan uang rupiah secara merata. Tantangan tersebut semakin besar karena Indonesia memiliki wilayah perbatasan dengan 11 negara tetangga.

”Pada wilayah ini, kerap ditemukan mata uang asing selain rupiah sebagai alat pembayaran di wilayah perbatasan yang berpotensi mengganggu kedaulatan mata uang nasional,” katanya. 

Baca Juga: Diduga Diterkam Buaya, Pemuda di Dumai Ditemukan Meninggal Dunia

Karena itu, sinergi BI dan TNI AL terus diperkuat. TNI AL memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia, sementara BI bertugas menjaga kedaulatan rupiah sebagai simbol negara.

”BI dan TNI AL memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Panji. 

Pada kegiatan pelepasan tersebut, juga dihadiri Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji, Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI I Gede Arnawa, perwakilan TNI AL, Forkopimda, perbankan, serta sejumlah mitra strategis lainnya. 

Selain layanan kas, rangkaian kegiatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi masyarakat mengenai cinta, bangga, dan paham rupiah. BI Riau menya­takan akan te­rus memperluas jangkauan layanan kas dan memperkuat literasi masyarakat mengenai rupiah melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan dengan berba­gai mitra strategis.(yls)

Laporan SITI AZURA, Dumai

Editor : Arif Oktafian
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 tni al bank indonesia