DUMAI (RIAUPOS.CO) - SMA Santo Tarcisius Dumai kembali menegaskan dominasinya di ajang Riau Pos-Honda Student Basket League (HSBL) 2026 Series Dumai.
Tim putra Santo Tarcisius sukses mempertahankan gelar juara setelah menundukkan SMA Cendana Mandau dengan skor meyakinkan 76-51 pada partai final yang berlangsung di Lapangan Basket Klenteng Hock Liong Kiong (HLK) Green Arena Dumai, Sabtu (1/8) malam.
Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan status SMA Santo Tarcisius sebagai juara bertahan HSBL Dumai. Sejak kuarter pertama, Santo Tarcisius tampil agresif dengan permainan cepat, akurasi tembakan yang tinggi, dan pertahanan disiplin yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Baca Juga: Cendana dan SMAN 1 Dumai Menang Meyakinkan
SMA Cendana Mandau sempat memberikan perlawanan, namun rapatnya pertahanan Santo Tarcisius membuat upaya mereka berulang kali kandas. Keunggulan terus bertambah hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan telak 76-51 untuk Santo Tarcisius.
Atmosfer pertandingan berlangsung meriah. Gemuruh sorak-sorai suporter, tabuhan drum, dan dukungan ratusan penonton yang memadati arena pertandingan menjadi penyemangat kedua tim sepanjang laga. Riuh penonton mencapai puncaknya ketika wasit meniup peluit panjang yang menandai kemenangan sang juara bertahan.
Pelatih SMA Santo Tarcisius Dumai, Wisnu Adhitia, mengaku sangat puas dengan penampilan anak asuhnya pada laga puncak tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan konsistensi seluruh pemain selama menjalani persiapan maupun pertandingan.
Baca Juga: Riau Pos-HSBL 2026 Seri Dumai Dibuka Meriah, HLK Green Arena Penuh
‘’Secara keseluruhan saya sangat puas dengan penampilan anak-anak di lapangan dan tentu bangga SMA Santo bisa kembali menjuarai turnamen ini. Namun, saya selalu mengingatkan kepada para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Evaluasi tetap ada, dan ini harus jadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras lagi,’’ ujar Wisnu.
Meski berhasil kembali membawa pulang trofi juara, Wisnu menegaskan, timnya masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki. Ia berharap gelar ini menjadi pijakan untuk terus berkembang dan menjaga konsistensi pada kompetisi-kompetisi berikutnya.
Di kubu lawan, pelatih SMA Cendana Mandau, Dony Rahmadiano, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan HSBL. Ia menilai turnamen tersebut menjadi wadah yang sangat positif dalam mengembangkan bakat atlet-atlet muda, khususnya di wilayah Mandau dan Riau secara umum.
Baca Juga: Riau Pos-HSBL 2026 Berlanjut ke Dumai
Dony berharap kompetisi seperti HSBL dapat digelar lebih sering sehingga proses pembinaan atlet muda dapat berlangsung secara berkesinambungan.
‘’Kompetisi yang rutin sangat dibutuhkan agar pembinaan atlet muda dapat berjalan maksimal. Ajang seperti ini memberi pengalaman bertanding yang sangat berharga bagi para pemain,’’ ungkap Dony.
Pebasket SMA Santo Tarcisius, Justin Tristan Chang, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) kategori putra berkat penampilan impresifnya sepanjang kompetisi. Sementara untuk kategori putri, penghargaan pemain terbaik diberikan kepada Reyhana Sifha dari SMAN 1 Mandau.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas dan Ciptakan Lapangan Kerja
Pada kesempatan yang sama, panitia juga memberikan penghargaan untuk kategori dancer terbaik. SMA Cendana meraih juara pertama, disusul SMA Santo Tarcisius di posisi kedua, dan SMAN 1 Dumai di peringkat ketiga.
Prosesi penutupan HSBL 2026 Series Dumai ditandai dengan penyerahan trofi, foto bersama seluruh kontingen, serta selebrasi meriah dari para pemain dan suporter tim juara.
SMAN 1 Mandau Juara Putri
Pada final kategori putri, SMAN 1 Mandau berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan SMAN 2 Mandau dengan skor 33-26.
Pertandingan berlangsung sengit sejak kuarter pertama. Kedua tim yang sama-sama berasal dari Mandau saling bergantian memimpin perolehan poin. Namun, SMAN 1 Mandau tampil lebih efektif pada kuarter akhir sehingga mampu mengunci kemenangan.
Baca Juga: Kemenkeu Fair 2026 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Naik Kelas dan Ciptakan Lapangan Kerja
Pelatih SMAN 2 Mandau, Encik Fahmi, mengakui keunggulan lawannya yang dinilai tampil lebih siap dari sisi fisik maupun strategi permainan.
‘’Intensitas permainan kedua tim yang sama dari Mandau ini dari dulu memang tinggi. Kembali lagi, ketahanan fisik jadi penentu dan SMAN 1 Mandau memang layak jadi juara. Secara keseluruhan cara bermain dan strategi mereka luar biasa. Selamat buat sang juara,’’ ujarnya.
Sementara itu, Pelatih SMAN 1 Mandau, Martia Harika, mengatakan mentalitas bertanding dan kedisiplinan pemain menjadi kunci keberhasilan timnya meraih gelar juara.
‘’Tadi memang sempat lambat panas, yang seyogianya kita harus bisa tampil stabil sejak babak pertama dimulai,’’ kata Martia.
Ia juga mengingatkan para pemainnya agar tidak cepat merasa puas dan tetap menjaga konsistensi latihan.
‘’Kepada para pemain, saya berpesan untuk tidak cepat berpuas diri. Tetap konsisten latihan secara rutin dan terjadwal, jangan baru giat latihan saat ada turnamen saja,’’ tegasnya.(dof)
Narasi: DOFI ISKANDAR
FOTO: TIM HSBL
Editor : Arif Oktafian