PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Usai adanya kejadian 40 orang murid dan satu orang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Buluh Kasap, Kota Dumai, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Suhatman setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru saat ini sedang melakukan penyelidikan. Pihaknya juga akan memberikan sanksi kepada SPPG penyedia MBG.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru Dr Syartiwidya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini.
Baca Juga: Karnaval HUT RI ke-81 di Rohil Berlangsung Ramai dan Semarak
“Masih kami perdalam penyebabnya apa,” katanya.
Terkait peristiwa tersebut, pihaknya juga akan memberikan tindakan tegas kepada SPPG jika terbukti lalai dalam peristiwa ini.
“SPPG nya akan diberi sanksi ditindak tegas,”sebutnya.
Baca Juga: Rp11,91 Miliar Transfer Pusat Masuk Kasda Rohul, Begini Penjelasan Plt Kepala BPKAD Soal Peruntukann
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasokan Makanan Bergizi Gratis (MBG) tiba di SDN 013 Dumai pada Kamis pagi sekira pukul 08.00 WIB.
Sesuai prosedur pendaftaran dan penerimaan, Penanggung Jawab (Person in Charge/PIC) sekolah bernama Atmawirawan, langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap kemasan serta sampel makanan.
"Prosedur penerimaan MBG ada beberapa guru yang ditunjuk untuk menerima, termasuk saya salah satu yang bertugas sebagai PIC untuk melihat makanan yang datang, dan mencium," kata Atmawirawan saat dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (18/8/2026) malam.
Baca Juga: Satu Rumah Terbakar di Tanjung Harapan Tembilahan, Penyebab Masih Diselidiki
Ia menjelaskan bahwa pada pemeriksaan awal pukul 08.00 WIB, kondisi fisik makanan secara visual bersih dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
Sekira pukul 08.30 WIB, makanan mulai dibagikan kepada siswa, dan kemudian dikonsumsi oleh para siswa pada pukul 09.00 WIB. Adapun menu MBG yang dibagikan hari saat itu terdiri dari nasi putih, bakso goreng bersambal, tempe goreng, tumis labu siam dan wortel, serta buah jeruk.
Sekitar 30 menit hingga satu jam pasca mengonsumsi makanan tersebut, atau sekira pukul 10.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut.
Baca Juga: Tim Unilak Latih Karang Taruna Lubuk Sakat Buat Biopori dan Kompos
"Siswa seperti biasa makan makanan tersebut, namun selang beberapa menit, sekitar 30 menit setelah makan, awalnya siswa mengeluhkan sakit perut sebanyak 11 orang, dan kemudian bertambah sehingga total siswa yang mengeluhkan masalah kesehatan sebanyak 40 orang, jelas Atmawirawan.
Selain mengeluhkan sakit perut, mual, dan muntah, beberapa siswa juga merasakan mengalami diare. Pada waktu yang bersamaan sekira pukul 10.00 WIB, dua ompreng sisa makanan yang belum dibagikan saat diperiksa, mulai mengeluarkan aroma tidak sedap.
"Makanan saat datang terlihat bersih dan secara visual tidak ada bentuk yang mencurigakan, setelah banyak siswa mengeluhkan sakit perut, saya memerika 2 ompreng makanan lagi yang belum dibagikan dan kemudian terasa aroma bau," tambahnya. (sol)
Editor : M. Erizal