DUMAI (RIAUPOS.CO)- Nama Azhar Saputra, petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, sempat viral di media sosial berkat konten edukasi dan aksi humanisnya di lapangan.
Di sela tugasnya di counter pemeriksaan keimigrasian, Azhar aktif membuat konten edukasi di Instagram @saputrazhar, TikTok, dan Facebook sejak Februari 2026. Kontennya yang membahas pencegahan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), prosedur paspor, hingga budaya Melayu Dumai-Melaka, telah ditonton lebih dari 4,3 juta kali dan menjangkau 1,4 juta akun dalam 28 hari terakhir.
Salah satu video yang paling banyak mendapat apresiasi adalah saat ia mempersilakan seorang pemohon wanita bercadar untuk menjalani proses pemeriksaan identitas di dalam ruangan kantor, demi menjaga privasi dan kenyamanan yang bersangkutan.
“Banyak yang DM saya, katanya takut buka cadar di depan umum saat pemeriksaan. Di video itu saya jelaskan, di Pelabuhan Internasional Dumai kita ada ruang khusus.
Ibu-ibu bercadar bisa diperiksa di dalam oleh petugas perempuan, jika petugas perempuan tersedia, tetap sesuai SOP tapi tetap menjaga privasi,” jelas Azhar.
Konten lain yang juga viral adalah saat Azhar membantu seorang ibu asal Sumatera Barat yang anaknya meninggal di Malaysia. Dalam video yang diunggah 1 April 2026 di akun @saputrazhar, Azhar dengan sabar menjelaskan solusi keimigrasian berupa fasilitas Affidavit dan kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak hasil perkawinan campur Indonesia-Malaysia. Video tersebut telah disukai lebih dari 3.100 kali dan menuai puluhan komentar haru, dinilai sebagai contoh pelayanan yang tidak hanya tegas di perbatasan tapi juga memberi solusi.
Tak hanya itu, dalam proses wawancara penumpang, Azhar juga dikenal fasih menggunakan Bahasa Melayu Malaysia saat bertemu dengan Warga Negara Malaysia yang banyak datang melalui Dumai untuk berwisata atau mengunjungi keluarga. Alih bahasa tersebut sengaja ia gunakan untuk lebih mendekatkan diri dengan penumpang sehingga proses pengambilan keterangan bisa berjalan lancar dalam suasana yang lebih hangat dan kekeluargaan, mencerminkan kedekatan budaya serumpun Dumai-Malaka.
“Saya ingin meluruskan persepsi bahwa pemeriksaan keimigrasian itu tidak semenakut yang dibayangkan. Di counter, kami lebih banyak mengobrol untuk memastikan tujuan perjalanan warga aman. Kalau tujuannya jelas dan aman, prosesnya justru cepat dan nyaman. Edukasi ini saya buat agar warga datang dengan tenang, bukan dengan rasa takut,” ujarnya.
Tentang Azhar Saputra: Azhar Saputra merupakan petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Penata / Golongan III.c yang lolos CPNS pada tahun 2017. Ia merupakan lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Riau dan S2 Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara. Aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial sejak Februari 2026 dengan fokus literasi keimigrasian aman, pencegahan TPPO, dan pemeriksaan keimigrasian yang humanis bagi kelompok rentan termasuk perempuan dan anak. Kontak Media: Azhar Saputra - @saputrazhar.(rul/ifr)
Editor : Arif Oktafian