Antisipasi Banjir, Tim Peneliti Pasang Smart River Node di Sungai Dumai

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:56 WIB
FOTO BERSAMA: Kalaksa BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono SIP MSi (tiga kanan) dan Ketua Tim Peneliti Dr Ir Teuku Radillah MKom (tiga kiri) foto bersama di pintu air Sungai Dumai, Jalan Siak Gang Kakap, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Rabu (9/9/2026).(Bpbd dumai untuk tiau pos)
FOTO BERSAMA: Kalaksa BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono SIP MSi (tiga kanan) dan Ketua Tim Peneliti Dr Ir Teuku Radillah MKom (tiga kiri) foto bersama di pintu air Sungai Dumai, Jalan Siak Gang Kakap, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Rabu (9/9/2026).(Bpbd dumai untuk tiau pos)

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Untuk monito­ring dan mitigasi dini banjir, tim peneliti dosen dari Institut Tek­nologi Mitra Gama (ITMG) Duri, STMIK Triguna Dharma Medan, dan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang melakukan instalasi Smart River Node berbasis IoT Low-Power dan Edge Computing di pintu air Sungai Dumai, Jalan Siak Gang Kakap, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Rabu (9/9).

Instalasi perangkat tersebut merupakan bagian dari kolaborasi riset antarperguruan tinggi dan disaksikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai.

Tim peneliti ITMG terdiri dari Dr Ir Teuku Radillah MKom, Jufri SKom MTr Kom, Nurdi Afriyanto MKom dan M Harits Pratama MKom.

Baca Juga: Ratusan Hektare Hutan Mangrove di Kawasan Lindung Dibabat, Polisi Tangkap 2 Orang

Dari STMIK Triguna Dharma Medan, penelitian melibatkan Dr Muhammad Dahria SE SKom MKom,  sedangkan dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang meli­batkan Prof Dr Sarjon Defit SKom MSc dan Dr Syafri Arlis MKom.

Ketua Tim Peneliti Dr Ir Teuku Radillah MKom mengatakan Smart River Node dikembangkan untuk membantu memantau kondisi permukaan air sungai secara real-time sekaligus memberikan peringatan dini terhadap potensi banjir.

”Perangkat ini dilengkapi sensor ketinggian air dan kamera yang dapat memantau kondisi sungai secara real-time. Data kemudian diproses pada perangkat menggunakan teknologi edge computing untuk membantu menentukan tingkat risiko banjir,” ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Kilang Dumai Aman Pasca-Suara Letupan

Selain sensor dan kamera, perangkat juga dilengkapi sirine sebagai sistem peringatan dini. Dengan demikian, masyarakat di sekitar kawasan rawan banjir diharapkan memiliki waktu lebih awal untuk melakukan tindakan antisipasi.

Teuku Radillah menjelaskan, penelitian tersebut merupakan bagian dari hibah riset antarperguruan tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang diarahkan agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Viral karena Aksi Humanis, Azhar Saputra Imigrasi Dumai Edukasi lewat Konten

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono, SIP MSi mengapresiasi penerapan perangkat tersebut. Menurutnya, sistem monitoring real-time dapat menjadi data pembanding untuk memperkuat pemantauan kondisi sungai dan mendukung pengambilan keputusan.

”Cara kerja perangkat ini merupakan yang pertama di Dumai. Kami berharap perangkat ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Baca Juga: Hasil Lelang Sebanyak Rp799,9 Juta Masuk ke Kas Negara

”Data di lokasi yang dapat dimonitoring secara real-time menjadi data pembanding dan memperkuat pemantauan serta mendukung keputusan,” tambahnya.(rul/c)

Editor : Arif Oktafian
Smart River Node dumai sungai dumai iot