JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ada yang hilang di situs resmi PT Toyota Astra Motor (TAM) yaitu gambar Toyota Sienta. Hanya tersisa gambar produk Toyota Avanza, Toyota Veloz, Toyota Calya, Toyota Kijang Innova Zenix, Toyota Voxy, Toyota Vellfire, serta Toyota Alphard.
Namun bila datang ke diler tenaga penjual masih memberikan daftar harga Sienta terbaru. Sebagai informasi Toyota Sienta ditawarkan dalam tiga varian yakni V CVT di angka Rp325,4 juta, Q CVT Rp347 juta dan V CVT wheelcab Rp419,9 juta. Tentunya harga ini belum dikurangi dengan tawaran masing-masing diler yang cukup menarik.
Hilangnya model ini dari daftar harga di laman resmi Toyota tidak terlalu berdampak signifikan. Pasalnya sepanjang 12 bulan tahun lalu, performa wholesalenya hanya tercatat 99 unit. Ini artinya hanya sekitar 8 unit per bulannya.
Harus diakui kalau penjualan small MPV atau minivan dengan pintu samping model geser itu di Indonesia memang tak secemerlang model-model Toyota lainnya. Sebagai informasi dari tahun ke tahun terus alami penurunan.
Menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat sepanjang Januari – November penjualan Toyota Sienta ke diler (wholesales) cuma 88 unit. Jumlah penjualan itu ambrol 89,1 persen dibanding jumlah wholesales selama periode sama di 2021.
Penurunan penjualan Toyota Sienta bukan hanya terjadi di tahun 2022 saja, namun telah berlangsung lama di beberapa tahun sebelumnya. Saat pertama kali diluncurkan pada 2016 masih laku terjual ke diler sebanyak 17.931 unit. Namun di tahun berikutnya merosot hingga menjadi 14.968 unit.
Toyota Sienta mendapat penyegaran pada 2019, mobil ini memang tidak pernah menjadi model MPV terpopuler. Padahal model ini memiliki beberapa keunggulan plus dengan harga yang terbilang kompetitif.
Pertama, Sienta menggunakan mesin 2NR-FE yang menghasilkan tenaga 107 PS dan torsi 140 Nm yang dipasangkan dengan transmisi CVT 7 percepatan sport sequential shiftmatic.
Mobl ini sempat dinilai baris ketiganya sempit, Sienta membuktikan dengan keleluasaan pengaturan jok pada baris ketiga dan kedua yang bisa memuat banyak barang.
Fitur utamanya, ada pada pintu geser menggunakan motor elektrik yang memudahkan akses keluar masuk di tempat sempit.
Pada 2019 total wholesales yang dibukukan MPV bermesin 1.5 liter ini ambrol sangat dalam, karena cuma laku 5.113 unit. Merosotnya penjualan semakin parah terjadi pada 2019 dan 2020, karena hanya laku 1.030 unit dan 393 unit.
Namun pada 2021, distribusi ke diler MPV ini meningkat seiring dengan berlakunya kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (diskon tarif PPnBM). Meskipun begitu, jumlahnya belum mampu membalik keadaan seperti saat pertama diluncurkan, karena hanya 841 unit.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Editor : RP Rinaldi