Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mei, Tiga Daerah di Riau Alami Inflasi

Administrator • Selasa, 6 Juni 2023 | 10:30 WIB
Pedagang telur ayam menata telur-telur yang akan dijual di kios Pasar Pagi Arengka, Kota Pekanbaru, baru-baru ini.
Pedagang telur ayam menata telur-telur yang akan dijual di kios Pasar Pagi Arengka, Kota Pekanbaru, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 mengalami inflasi bulan ke bulan atau month to month (mtm). Tercatat bahwa pada Mei 2023, gabungan 3 kota di Provinsi Riau mengalami inflasi Year On Year (yoy) selama Mei 2022-Mei 2023 sebesar 4,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,87 dan secara bulan ke bulan juga mengalami inflasi sebesar 0,07 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan, dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yoy. ‘’Untuk Kota Pekanbaru , inflasi yang tercatat ialah sebesar 4,18 persen dan secara mtm mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Sedangkan Kota Dumai sebesar 4,01 persen dan mtm mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dan Kota Tembilahan sebesar 2,51 persen dan secara mtm mengalami inflasi sebesar 0,13 persen,’’ terangnya, Senin (5/6).

Menurutnya, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi sebesar 14,08 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,21 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,10 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,88 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,21 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,20 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,30 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,17 persen, kelompok pakaian  dan alas kaki sebesar 1,00 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,31 persen.

‘’Satu kelompok mengalami deflasi yoy yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,82 persen,’’ ujarnya.

Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy pada Mei 2023, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, mobil, telur ayam ras, kontrak rumah, sewa rumah, angkutan antar kota, tarif listrik, bakso siap santap dan lainnya.

Sementara, secara mtm, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi antara lain ayam hidup, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, mobil, jeruk, minyak goreng dan lainnya. ‘’Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruh kota mengalami inflasi yoy, dengan inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 4,43 persen, diikuti  oleh Kota Sibolga sebesar 4,39 persen dan Kota Padang sebesar 4,26 persen. Sedangkan inflasi yoy terendah terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,93 persen. Berdasarkan urutan inflasi yoy kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut turut yaitu Pekanbaru urutan ke-5, Dumai urutan ke-7 dan Tembilahan urutan ke-22,” paparnya.(esi)

Untuk diketahui, IHK sendiri merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga barang dan jasa berupa inflasi atau eflasi di tingkat konsumen di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga di suatu daerah tertentu.(esi)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Editor : Administrator
#pertumbuhan ekonomi riau #inflasi riau #inflasi #bps riau #ihk