JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PELAKU industri sepeda motor memulai tahun ini dengan agresif. Yamaha meluncurkan lini big scooter setelah menyelesaikan masalah suplai microchip yang terjadi tahun lalu.
President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti mengatakan, permasalahan suplai microchip berdampak pada terhambatnya penyaluran beberapa produk. ’’Saya meminta maaf kepada konsumen yang harus mengalami inden selama beberapa bulan. Tapi, masalah ini sudah berhasil kami atasi,’’ ungkapnya saat peluncuran LEXi 155 Series di Jakarta, Sabtu (13/11).
Dengan normalisasi produksi di tanah air, Yamaha mulai berani meluncurkan produk baru. Yakni, penyegaran dari LEXi. Salah satu lini big scooter itu naik kelas dengan mesin baru berkapasitas 155 cc. Pada generasi sebelumnya hanya 125 cc.
Menurut Dyonisius, LEXi memang punya ceruk pasar tersendiri di lini big scooter. ’’Seri ini kami hadirkan untuk para pengendara aktif yang ingin memiliki skutik premium yang simpel, namun punya mesin dan fitur yang bagus,’’ ungkapnya.
Menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), segmen skuter masih menjadi andalan di tanah air. Distribusi sepeda motor domestik tahun lalu mencatatkan 89,73 persen motor skuter. Sedangkan, bebek dan sport masing-masing menyumbang 5 persen.(bil/dio/jpg)
Laporan JPG, Jakarta
Editor : RP Arif Oktafian