Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BI, BPS, dan DJPb Riau Rangkai Sinergisitas Bahas Kebijakan Ekonomi Daerah

Siti Azura • Sabtu, 16 Maret 2024 | 09:48 WIB
Menyampaikan rilis bersama Indikator Makroekonomi Provinsi Riau yang dirangkai dengan kegiatan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Riau Februari 2024, serta Kajian Fiskal Regional (KFR)
Menyampaikan rilis bersama Indikator Makroekonomi Provinsi Riau yang dirangkai dengan kegiatan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Riau Februari 2024, serta Kajian Fiskal Regional (KFR)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - KANTOR Perwakilan BI Provinsi Riau, bersama dengan BPS dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau menyelenggarakan rilis bersama Indikator Makroekonomi Provinsi Riau yang dirangkai dengan kegiatan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Riau Februari 2024, serta Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahun 2023.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Riau yang inklusif dan berkelanjutan. Mengawali rangkaian acara rilis indikator dan diseminasi bersama, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Indra menyampaikan apreasiasi atas sinergi yang telah terbangun sehingga ekonomi Riau dapat tumbuh cukup tinggi, dengan pengelolaan fiskal yang baik, serta inflasi yang terkendali.

‘’Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang dibangun oleh pemerintah daerah, bersama dengan instansi dan lembaga vertikal yang telah dilakukan dalam beragam aspek,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, BPS Provinsi Riau juga menyampaikan rilis indikator perkembangan ekspor impor Provinsi Riau periode Februari 2024. Surplus neraca perdagangan Februari 2024 yang berlanjut terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas. Neraca perdagangan nonmigas Februari 2024 mencatat surplus sebesar 959,42 juta dolar AS, sementara neraca perdagangan migas juga mencatatkan surplus sebesar 130,68 juta dolar AS.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Cina, India, dan Amerika Serikat tetap menjadi kontributor utama ekspor Provinsi Riau. Sementara itu, impor nonmigas, utamanya barang modal dan barang konsumsi, tetap kuat sejalan dengan berlanjutnya perbaikan aktivitas ekonomi.

Dari aspek kebijakan fiskal, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau Heni Kartikawati menjelaskan, bahwa kinerja perekonomian Riau yang tetap kuat salah satunya ditopang oleh kinerja baik dari sisi fiskal. ‘’Kebijakan fiskal daerah memiliki peranan penting, salah satunya menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor ekonomi daerah. Pada tahun 2023 realisasi APBD Konsolidasi di Provinsi Riau mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan,’’ ungkapnya.

Realisasi pendapatan daerah tahun 2023 tercatat mencapai Rp35,78 triliun atau 104,83 persen dari target. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan mencapai 21,83 persen yoy.

Peningkatan realisasi pendapatan daerah ini didukung oleh naiknya realisasi pajak daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang bersumber dari participating interest 10 persen dari pengelolaan blok migas oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Sejalan dengan pendapatan daerah, realisasi belanja daerah juga tercatat tumbuh 15,95 persen (yoy), meningkat dari Rp31,45 triliun menjadi Rp36,47 triliun atau mencapai 96,68 persen dari pagu. Pertumbuhan disebabkan oleh kenaikan belanja modal sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung pembangunan dan perbaikan infastruktur di Provinsi Riau.

Dalam konteks ini Bank Indonesia selalu berkomitmen untuk menjamin ketersediaan rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, serta dalam kondisi layak edar bagi masyarakat. ‘’Pada tahun ini, Bank Indonesia kembali mengusung kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (Serambi) Tahun 2024 sebagai sebuah pernyataan kesiapan dari Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan akan uang Rupiah di periode Ramadan dan Idulfitri,’’ jelasnya.

Ke depannya, Bank Indonesia Provinsi Riau siap bersinergi erat dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, seluruh Kabupaten/Kota, serta mitra strategis dalam rangka mencapai tingkat inflasi Provinsi Riau yang rendah dan stabil, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Riau yang kuat, berkesinambungan, dan inklusif,” tutup Panji.(azr)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Editor : RP Arif Oktafian
#Makroekonomi #bi riau #bps #ekonomi daerah