PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hingga akhir Maret, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Riau mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,89 triliun.
Angka tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp4,49 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp397 miliar, Belanja negara sebesar Rp6,86 triliun yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat Rp2,09 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp4,76 triliun sehingga masih defisit sebesar Rp1,97 triliun.
Hal tersebut diungkap Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau Heni Kartikawati dalam pres conference APBN 2024, Selasa (30/4).
Ia mengatakan risiko global masih tinggi dibayangi tensi geopolitik serta tantangan digitalisasi ekonomi dan perubahan iklim. Seiring aktivitas ekonomi domestik yang terjaga, kinerja APBN Riau hingga 31 Maret 2024 masih mencatatkan defisit.
Pemerintah akan terus mewaspadai volatilitas pasar keuangan dan komoditas serta perlambatan pertumbuhan perekonomian dunia. APBN 2024 terus dioptimalkan sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli, menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung berbagai agenda pembangunan.
‘’Pertumbuhan ekonomi dunia yang cenderung lemah dan divergen, dengan tensi geopolitik yang meningkatkan kerentanan rantai pasok, seperti perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, konflik Israel-Palestina dan meningkatnya kerawanan di Kawasan Laut Merah, Konflik Israel-Iran, resesi di negara mitra dagang (Jepang dan Inggris), serta dampak cuaca ekstrem,’’ paparnya.
Dia menjelaskan, dukungan APBN kepada APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) meningkat sebesar 17,28 persen dibanding tahun lalu. DBH telah terealisasi sebesar Rp1,17 triliun, Dana Alokasi Umum sebesar Rp2,5 triliun, DAK Non Fisik sebesar Rp810,24 miliar, dan Dana Desa sebesar Rp265,61 miliar.
Dari sisi belanja pempus, belanja pegawai tumbuh 43,40 persen. "Pertumbuhan tertinggi pada satker KOREM-031/WB DAM-I/BB, disusul Lanud Rusmin Nurjadin, Biro SDM Polda Riau, BKKBN Riau, dan UIN Suska. Belanja Barang tumbuh 74,12 persen, disokong terutama oleh satker Sekretariat Bawaslu Prov Riau, KPU seluruh kabupaten kota, satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Riau, Biro Operasia Polda Riau, BKKBN Riau, dan satker PJN Wilayah II Riau. Belanja bansos tumbuh 644,63 persen disokong oleh belanja bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah bagi mahasiswa STAIN Bengkalis," paparnya.(azr)
Editor : RP Arif Oktafian