Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

21 Juta Penjual Berada di Bawah Naungan Shop Tokopedia

jpg • Rabu, 15 Mei 2024 | 12:40 WIB
DOKUMEN RIAUPOS.CO
DOKUMEN RIAUPOS.CO

SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Tokopedia berupaya beradaptasi setelah bergabung dengan TikTok. Namun, mereka menegaskan bahwa misi utamanya tetap sama. Yakni, membesarkan produk lokal untuk pasar digital tanah air.

Head of Communication PT Tokopedia Aditia Grasio Nelwan mengatakan, pekerjaan perusahaan setelah 75 persen saham dibeli oleh TikTok memang berbeda. Sebab, kini harus mengelola dua bisnis berbeda meskipun menggunakan sistem IT yang sama.

’’Kalau di Tokped, pembeli masuk platform dengan pikiran yang jelas apa produk yang mau dibeli. Namun, di Shop Tokopedia (e-commerce di dalam aplikasi TikTok) pembeli masuk dulu ke TikTok dan baru membeli setelah tertarik melihat live penjual,’’ bebernya saat berkunjung di Jawa Pos Newsroom Multiplatform di Graha Pena Surabaya, kemarin (14/5).

Kondisi itu berarti jumlah penjual yang diurus juga makin banyak. Sebelumnya, Tokopedia menampung sekitar 14 juta seller. Namun, kini tumbuh menjadi 21 juta toko setelah bergabungnya Shop Tokopedia.

Dari sana, UMKM lokal dari berbagai bidang pun hampir mencapai 99 persen. Sebab, pihaknya kini juga berhasil menjangkau 99 persen kawasan Indonesia hingga tingkat kecamatan.

’’Ekosistem kita kan sudah berkembang pesat. Ini memang sesuai dengan peta ekonomi Indonesia, terutama Jatim, yang 58,92 persen PDRB disumbang UMKM,’’ tuturnya.

Pihaknya pun terus menonjolkan keberpihakan pada produsen lokal dengan berbagai cara. Salah satunya melakukan kampanye untuk produk lokal. Sehingga, saat ini penjualan produk lokal yang dikurasi tumbuh mencapai 1,5 hingga 2,5 kali lipat.

Communication Senior Lead PT Tokopedia Rizky Juanita Azuz menambahkan bahwa pertumbuhan penjualan digital di berbagai daerah memang terus bergeser. Dia mencontohkan tren belanja online sepanjang kuartal I 2024 di Jawa Timur yang cukup mengejutkan. Kenaikan populasi penjualan tertinggi justru didominasi oleh wilayah Mojokerto, Lamongan, dan Gresik. Sedangkan, pertumbuhan pembeli banyak terjadi di Lamongan, Pacitan, dan Jombang.

’’Kami sendiri cukup terkejut, ternyata makin banyak juga minat dari luar ibu kota provinsi,” ucapnya.(bil/c6/dio/jpg)

Editor : Rindra Yasin
#tiktok #produk lokal #toko pedia